Pages

catatan di akhir 2013

Thursday, 27 February 2014

untuk semua yang mengenal atau belum sempat mengenalku.

pada malam menjelang tahun baru 2014, saya sekedar ingin coret-coret untuk mengekspresikan apa yang aku rasakan beberapa hari ini. sesuatu yang selalu mengganjal dibenakku. layaknya mungkin sebuah batu sandungan yang nantinya akan menjatuhkanku atau malah sebaliknya membuatku semakin bangkit untuk semakin bersyukur menjalani hidup.


malam tahun baru ini sama layaknya malam tahun tepat 2 tahun lalu. dimana apa yang dirasa kini sama saja seperti dulu. hampa, sunyi, sepi, ya yang pastinya kembali dalam kesendirian.

lalu lalang kendaraan menemani jalan malam ku malam ini saat pergi menuju warung makan langgananku. ketika aku memandang kearah kendaraan, aku merasa terenyuh melihat satu keluarga yang hendak pergi menikmati akhir tahun ini bersama. namun disatu sisi, aku pun kembali

memandang dua pasang muda mudi yang saling bercakap dengan mesranya diatas kendaraan mereka meski rintik hujan turun dan tak menghiraukan keadaan sekitarnya sembari menunggu lampu merah yang menyala menjadi hijau kembali.

aku melihat sekitar dan sempat mengumpat dalam hati, apa yang salah dengan semua ini? atau aku hanya merasakan sepi? aku memang inginkan itu semua, namun apakah itu berlebihan?

aku sempat terdiam sejenak sembari terfikirkan akan semua yang telah terjadi selama satu tahun ini. apakah aku harus menyesali? atau aku harus bersyukur? itu lah yang selalu ada dalam benakku kini.

sejenak aku lupakan semua itu dan melanjutkan langkahku menuju tempat yang hendak aku tuju. dan aku pun telah kembali kedalam kamar kostku yang sederhana dan tak ada apa-apa. kembali aku terpikir akan seorang wanita yang kemaren sempat membuatku nyaman. namun aku mengalihkan pikiranku dengan menulis sebuah catatan dalam media sosial ini. aku melakukan itu hanya untuk membuatku tidak menyia-nyiakan waktu yang terus berjalan untuk sesuatu yang tidak penting. aku pun sempat menghubungi kedua orang tuaku karena sudah beberapa hari tak mendengar suara mereka. sama seperti wanita yang aku maksudkan tadi.

aku pun menyelesaikan hubungan telepon dengan orang tuaku itu dan kembali menyempatkan melanjutkan tulisan yang hendak aku selesaikan sebelum datangnya tahun 2014.
aku ingin merenungkan apa yang telah aku lakukan dan tuhan berikan di tahun 2013.

salah satunya adalah tuhan mengajarkan aku arti kesendirian dari awal tahun sampai akhir tahun dan sebuah kasih sayang yang sebenarnya kepada wanita yang telah lama tak pernah aku berikan.

dan aku pun mempunyai sebuah harapan kepada tuhan di tahun baru 2014 nanti yaitu aku berharap tuhan kembali mengajarkan aku apa itu kesendirian untuk yang kesekian kali, namun ada selingan untuk dicintai dan mencintai yang abadi karena aku pun ingin belajar apa itu setia, pengorbanan, dan rasa sakit yang telah lama tak aku rasa.

itulah sepenggal kisah dan harapan yang aku inginkan nanti ditahun baru 2014.

namun yang terpenting aku inginkan tuhan tau bahwa aku inginkan seorang  yang mau membantu aku mengambilkan segelas air minum ketika aku sakit, apa impian itu terlalu berlebihan?

Selamat Tahun Baru 2014 / Happy New Year 2014 :)

kata - kata inspirasi bagi saya dan semua jomblo

Semoga jarak menjadi media untuk bisa memaklumi diri masing-masing.

Tak perlukan mementingkan ego untuk saat ini, kita cukup berbuat yang terbaik menurut kita, agar ketika sudah saatnya kita kembali, kita sudah dapat memberikan kenangan kepada mereka, orang yang mau mengenal kita

Bukan masalah waktu, namun kalo tuhan mengizinkan pasti semua akan terjadi 

Kalau allah mengizinkan pasti nantinya akan menjadi milik kita, sekarang hanya perlu fokus pada apa yang nantinya kita butuhkan, bukan untuk apa yang sekarang kita inginkan 

Semangat itu penting tapi campur tangan Tuhan jauh lebih penting tuk meraih sukses...

Jangan terburu-buru menyimpulkan kalau perhatian itu artinya sayang. Kali aja kasihan. Semangat ya, mblo 

Orang yang membencimu adalah orang yang mengagumimu dengan cara yang salah...

Kita semua pasti pernah salah, namun ada perbedaan besar antara salah yang buatmu dewasa dan salah yang sengaja dilakukan...

Sekolah itu satu tempat sederhana, dengan banyak kenangan istimewa.

Jangan habiskan terlalu banyak waktumu berharap memiliki apa yang tak kamu miliki, hingga kamu lupa menikmati apa yang kini kamu miliki...

Happy ending adalah ketika kita mati dengan khusnul khotimah....         

Peranan filter dalam fotografi

Kadang-kadang, ada yang menanyakan dan meminta saya untuk membahas tentang filter. Ironisnya, saya sendiri tidak memakai filter, dan dalam tulisan ini saya akan menjelaskan sedikit banyak tentang filter dan kenapa saya tidak mengunakannya.

Filter UV, Fluorescent dan Polarizer
Filter UV, Fluorescent dan Polarizer

Untuk yang belum pernah mendengar aksesoris fotografi ini, filter adalah sebuah lensa yang biasanya berbentuk bulat dan bisa di pasang di depan lensa kamera.

Di era kamera analog / film, penggunaan filter sangat membantu sekali, tapi di era digital, penggunaan filter tidak sepenting dulu.

Mengapa demikian? semua ini terkait dengan fungsi filter. Sebagian filter berguna untuk menyaring warna, menambah kontras, dan membuat efek tertentu seperti melembutkan foto. Nah, di era digital sekarang, kita lebih mengunakan software untuk menyaring warna seperti Adobe Photoshop , Lightroom, Aperture dan lain-lain.

Contoh lens flare
Contoh lens flare
Sebenarnya ada juga kegunaan filter yang bagus di jaman digital, yaitu untuk melindungi bagian depan lensa dari goresan, benturan dan lain. Namun kalau Anda memakai filter yang berkualitas rendah, biasanya itu malah mengurangi kualitas foto misalnya ketajaman dan kontras. Filter yang kurang berkualitas juga membuat foto yang dihasilkan beresiko kena flare (lihat ilustrasi).
Jadi, kalau ingin memakai filter, jangan terburu-buru membeli filter yang murah, tapi belilah yang berkualitas.

Beberapa jenis filter populer dan kegunaannya:

UV/ultraviolet: untuk menyaring sinar ultraviolet / keunguan. Filter ini sangat populer digunakan untuk outdoor maupun sekedar melindungi lensa.

Polarizer: Filter ini berfungsi membuat warna biru lebih dalam dan kontras, dan juga mengurangi refleksi pada permukaan seperti kaca dan air. Filter ini paling efektif dipakai saat cahaya berada 90 derajad relatif terhadap arah kamera.
contoh-filter-polarizer
Kiri: tanpa filter, Kanan: dengan filter Polarizer, warna biru langit menjadi lebih gelap dan keluar
Filter Polarizer juga efektif mengurangi refleksi
Filter Polarizer juga efektif mengurangi refleksi

Neutral Density (ND): Filter ini berfungsi mengurangi cahaya yang masuk. Biasanya digunakan supaya kita bisa mengunakan bukaan lensa yang besar di lingkungan cahaya yang terang di luar ruangan. Selain itu ND juga efektif saat kita ingin mengunakan shutter speed yang sangat lambat untuk merekam gerak air  di kondisi cahaya yang agak terang.

Dengan mengunakan filter bergradasi dengan benar, kita bisa menyeimbangkan eksposur langit dengan permukaan bumi
Dengan mengunakan filter bergradasi dengan benar, kita bisa menyeimbangkan eksposur langit dengan permukaan bumi

Graduated Neutral Density: Filter ini berfungsi mengurangi cahaya yang masuk tapi bergradasi sampai setengah dari lensa. Biasa digunakan untuk foto pemandangan, untuk menyeimbangkan warna langit dengan permukaan bumi. Di era digital, banyak fotografer mengunakan teknik HDR (high dynamic range) untuk menghasilkan efek yang sama.

Diffusion / Soft: Filter untuk memberikan efek difusse / lembut. Di era digital, fotografer mengandalkan software untuk membuat efek ini.

Color correction: Untuk menyaring warna-warna tertentu seperti warna lampu tungsten. Filter-filter ini sudah jarang digunakan karena di era digital, kita dengan mudah mengubah setting white balance.

Close-up / Macro: Filter yang membuat Anda bisa fokus lebih dekat dengan subjek. Salah satu cara murah untuk mengubah lensa Anda menjadi lensa makro. Tapi tentunya hasilnya tidak sedetail dan setajam lensa khusus makro.

Mudah-mudahan tulisan ini cukup jelas dan membantu teman-teman sekalian dalam menentukan untuk mengunakan jenis filter tertentu atau tidak sama sekali.

sumber : http://www.infofotografi.com/blog/2010/08/peranan-filter-di-dunia-digital-fotografi/

penggunaan filter polarizer atau filter CPL

Filter polarizer / CPL (circular polarizer) adalah filter yang agak membingungkan fotografer pemula karena hanya akan menimbulkan efek tertentu jika arah cahaya sesuai dengan posisi kamera, dan juga posisi putaran filter. Jadi seringkali saat memotret dengan filter polarizer, tidak ada bedanya dengan memotret tanpa filter. Kunci suksesnya adalah kita harus mengetahui kapan mengunakan dan tidak mengunakan filter ini.

Filter CPL bertujuan untuk mengurangi pantulan dan meningkatkan saturasi warna. Filter ini paling  efektif jika cahaya menyinari subjek foto dari sisi kiri atau kanan. Dengan kata lain arah cahaya tegak lurus 90 derajat dari posisi kamera. Filter CPL merupakan salah satu filter penting/wajib untuk fotografi pemandangan. Filter ini dapat membuat langit menjadi lebih biru tanpa editing, dan menghilangkan pantulan pada air dan kaca sehingga kita dapat melihat dasar danau/laut atau pemandangan dibalik kaca dengan jernih.

Dalam kasus dua foto dibawah ini, filter CPL saya gunakan untuk mengurangi pantulan cahaya dari dedaunan yang basah karena hujan seharian. Perhatikan dengan seksama perbedaan antara kedua foto ini.

Tanpa filter polarizer, sebagian besar daun memantulkan cahaya, dan warna hijau daun tidak cerah
Tanpa filter polarizer, sebagian besar daun memantulkan cahaya, dan warna hijau daun tidak cerah. ISO 100, f/16, 3 detik, 17mm. Gambar dibuat dengan tripod

Setelah filter polarizer dipasang, dan diputar sampai sesuai, pantulan cahaya pada daun berkurang banyak dan saturasi warna juga lebih tinggi.

Setelah filter polarizer dipasang, dan diputar sampai sesuai, pantulan cahaya pada daun berkurang banyak dan saturasi warna juga lebih tinggi. ISO 100, f/16, 8 detik, 17mm. kalau di kamera APS-C, sekitar 11 mm. Gambar dibuat dengan tripod

Bagi yang teliti bukan hanya melihat perbedaan di kedua gambar diatas, juga akan memperhatikan bahwa shutter speed yang digunakan berbeda. Shutter speed gambar tanpa polarizer adalah 3 detik, sedangkan shutter speed dengan filter polarizer 8 detik.

Artinya, saat memasang filter polarizer, kamera perlu cahaya yang lebih banyak, maka dari itu shutter speednya menjadi lebih lambat, sekitar 1-1.3 stop (dari 3 detik ke 6 detik = 1 stop). Filter polarizer memang seperti kacamata hitam. Saat dipasang, filter membatasi sebagian cahaya yang masuk ke lensa dan kamera. Karena itulah filter polarizer, saya tidak menganjurkan untuk selalu dipasang di depan lensa.


filter polarizer air terjun – ISO 100, f/16, 3 detik, 32mm

Terus terang saya adalah orang yang paling malas pakai filter. Sebagian besar lensa saya tidak saya pasang filter termasuk filter UV, tapi lensa polarizer adalah salah satu lensa yang sering saya bawa saat memotret pemandangan, seperti memotret aliran air seperti diatas. Keuntungannya ganda, pertama mengurangi pantulan cahaya, kedua yaitu mengurangi cahaya yang masuk sehingga saya dapat mengunakan shutter speed yang lambat supaya aliran air mulus seperti kapas.

Cara penggunaannya yaitu pasanglah filter di depan lensa dengan memutarnya seperti memutar sekrup, lalu putar filter polarizernya sampai pantulan di daun atau batu-batuannya hilang dan permukaan batu menjadi gelap.

filter-bw-polarizer-slim

Saya mengunakan filter B+W CPL Slim seperti gambar diatas. “Slim” berarti filter polarizer ini sangat tipis, sehingga tidak membuat ujung-ujung bidang gambar menjadi gelap (vinyet) saat memakai lensa lebar seperti 16-35mm. Saya mempercayakan filter merek B+W buatan Jerman beberapa tahun belakangan ini karena kualitasnya sudah teruji.

Memilih lensa telefoto Canon 70-200mm



Canon memiliki empat versi lensa telefoto 70-200mm L. Secara umum, kualitas lensa berlabel L (Luxury/mewah) ini sangat baik. Lensa ini mudah dikenali karena berwarna putih krim. Tujuannya supaya tidak mudah panas saat memotret dibawah matahari yang bersinar terang. Autofokus sangat cepat dan kualitas foto yang dihasilkan sangat tajam.
Adanya empat versi lensa dengan harga yang berbeda-beda mungkin agak membingungkan bagi pembaca. Saya sering menerima pertanyaan dari pembaca. Salah beli akibatnya fatal karena harganya tidak murah. Tulisan ini akan membahas empat lensa 70-200mm Canon untuk membantu Anda menemukan lensa yang paling cocok.

Canon 70-200mm f/4

Lensa termurah dan teringan (705g) dari semuanya. Karena ukurannya yang sedikit lebih kurus, lensa ini cukup berimbang digunakan dengan kamera DSLR Canon pemula. Harganya juga menarik karena dibawah 7.5 juta.
Cocok untuk yang kantongnya pas-pasan tapi ingin hasil yang lebih. Lensa ini cocok untuk memotret olahraga, satwa liar, portrait. Karena tidak adanya image stabilization (IS) dan bukaan maksimumnya tidak besar, maka akan sulit digunakan di kondisi cahaya yang kurang baik, misalnya di dalam ruangan atau malam hari. Di kondisi gelap, tripod dan flash akan membantu.

Canon 70-200mm f/4 IS

Lensa ini kurang lebih sama dengan lensa diatas, hanya saja ada IS untuk meredam getaran tangan kita saat foto. IS akan sangat berguna saat kita memotret di kondisi yang agak gelapnya. Kita membutuhkan shutter speed yang cepat saat memotret dengan lensa telefoto supaya foto tidak blur.
Contoh: Saat memotret dengan jarak fokus 100mm, kita membutuhkan setidaknya 1/100 detik (di kamera full frame) atau 1/160 detik (di kamera bersensor APS-C). Dengan adanya IS, kita cukup mengunakan shutter speed sekitar 1/10-1/20 detik.
Yang perlu diperhatikan adalah IS tidak akan membantu jika kita ingin membekukan subjek yang bergerak cepat. Adanya IS membuat harga lensa ini naik hampir dua kali lipat, tapi ukuran dan beratnya tidak banyak berubah.
Kiri versi f/4, kanan f/2.8

Canon 70-200mm f/2.8

Lensa ini berukuran lebih besar. Diameternya 77mm, bukan 67mm seperti lensa f/4. Lensa f/2.8 ini juga hampir dua kali lipat lebih berat (sekitar 1.3kg). Ukuran dan beratnya membuat lensa ini tidak terlalu imbang saat dipakai di kamera DSLR pemula.
Kelebihan lensa ini adalah bukaannya yang mencapai f/2.8. Dengan bukaan sebesar ini, latar belakang yang tidak fokus akan terlihat lebih blur dan lembut. Selain itu, saat kondisi cahaya gelap dan kita perlu mempertahankan shutter speed cepat, lensa ini lebih unggul daripada lensa f/4.

Canon 70-200mm f/2.8 IS

Lensa ini yang paling lengkap, punya bukaan besar dan juga IS. Harganya pun paling mahal dan berat. Jika memiliki dana dan ingin kualitas yang terbaik, lensa ini siap untuk Anda.

Rekomendasi

Biasanya, pembaca bingung menentukan pilihan antara f/4 IS dan f/2.8 non-IS. Penyebabnya adalah harganya yang sama. Saran saya jika kebanyakan fotonya subjek tidak bergerak dan di kondisi cahaya gelap, f/4 IS lebih handal. Sedangkan jika yang difoto subjeknya bergerak dan kondisi cahaya gelap, f/2.8 pilihan yang lebih baik. Selain itu, ukuran dan berat lensa juga mungkin perlu dipertimbangkan.

sumber artikel : http://www.infofotografi.com/blog/2012/08/memilih-lensa-telefoto-canon-70-200mm/

10 tips fotografi pernikahan ( wedding party )



Berikut ini ada 10 tips sederhana dan mendasar dari fotografi pernikahan untuk kawan-kawan fotografer yang ingin memotret sebuah pernikahan (wedding photography). Silahkan disimak, dicoba dan salam jepret.

1. Membuat Shortlist
Salah satu tips yang paling membantu dalam fotografi pernikahan adalah berpikir bagaimana mendapatkan hasil foto yang mereka (klien) inginkan pada hari H, sehingga kita dapat berimajinasi kira-kira apa saja yang akan kita foto pada hari tersebut. Membuat poin-poin apa saja yang akan kita foto akan sangat membantu, sehingga kita tidak akan kebingungan harus berbuat apa pada hari H.


2. Koordinasi Keluarga
Foto keluarga bisa menjadi bagian yang membuat kita stres! Dapat dibayangkan pada hari H orang-orang yang ada pasti akan semrawut, mereka akan banyak berbicara dan jalan-jalan disekitar tempat semau mereka. Ini adalah efek dari suatu pesta dengan semangat kemeriahan, dan yang pasti kita tidak akan bisa membedakan mana yang anggota keluarga, mana yang tamu undangan.


Untuk mengatasi hal ini, minta bantuan kepada seorang anggota dari keluarga klien untuk menjadi koordinator dalam pengaturan foto keluarga. Dia bisa mengumpulkan orang untuk difoto bersama sehingga ini dapat memudahkan anda untuk mengambil foto tanpa harus kesana kemari mengumpulkan orang-orang tersebut. Anda tinggal diam ditempat (mini studio/didepan panggung) and say “Cheese!” JEPRET!


3. Kunjungi Lokasi
Kunjungi beberapa lokasi tempat berbeda yang akan anda jadikan lokasi pemotretan sebelum hari H. Ini bisa membantu anda untuk mengetahui seluk beluk lokasi, sehingga anda bisa membayangkan posisi foto dan pencahayaan yang diperlukan. Akan lebih bagus lagi kalau si klien pun ikut, anda bisa mengambil beberapa tes foto.

4. Dalam Fotografi Pernikahan Persiapan adalah Kunci
Begitu banyak resiko terjadi pada hari H sehingga anda benar-benar perlu persiapan yang baik. Punya rencana cadangan kadang diperlukan (misal cuaca buruk). Persiapan lain seperti, bateri terisi penuh, kartu memori kosong siap pakai, pikirkan tentang rute dan waktu untuk sampai lokasi tepat waktu. Akan lebih baik jika anda menghadiri sesi latihan (gladi resik) dimana anda bisa mengumpulkan banyak informasi tentang posisi yang memungkinkan untuk memotret dengan pencahayaan yang ada sesuai urutan upacara.

5. Beri Harapan ke klien
Tunjukan pada mereka bagaimana style dan cara anda bekerja. Cari tahu apa yang mereka inginkan tentang foto, seperti hal-hal penting apa yang harus dicatat, hasil cetakan, komposisi foto, dll. Jika mereka tertarik dengan anda, pastikan anda memiliki kesepakatan harga didepan.


 6. Matikan Suara Kamera dan Lampu
“Bip” pada kamera atau “tit-tit-tit” pada lampu, suara tersebut bisa membuyarkan ekspresi natural target anda, sehingga target anda akan canggung dan tidak natural lagi. Suara ini juga bisa mengganggu hikmadnya acara (misal ketika pembacaan Do’a).

7. Foto Detail
Foto cincin pernikahan, gaun, sepatu, bunga, pengaturan meja, interior tempat, dll. Foto-foto ini bisa membantu memberikan dimensi ekstra pada awal/akhir album pernikahan. Membaca majalah fotografi tentang pernikahan bisa membantu anda mendapatkan inspirasi.


8. Gunakan Dua Kamera
Meminjam atau menyewa, sebuah kamera tambahan untuk lensa yang berbeda. Biasanya satu kamera untuk lensa yang lebar (wide) satu lagi bisa digunakan untuk lensa tele (70-200). Dengan dua kamera berbeda lensa, anda tidak perlu ribet ganti-ganti lensa, kadang ini menimbulkan kesan negatif dari klien.


 








9. Fotografer Tambahan
Memiliki fotografer cadangan dapat menjadi strategi yang hebat. Yang pasti hasil foto akan lebih bervariasi dan lebih banyak. Dengan membagi tugas, satu khusus untuk memotret formal sedangkan yang satu lagi bisa untuk memotret momen-momen penting (Candid). Dan sangat penting untuk anda memberi arahan kepada fotografer tambahan untuk tidak lari dari konsep yang telah anda (bersama klien) bangun.


10. Jadilah Objek Tapi Tidak Menonjol
Kebanyakan dari fotografer pemula berpikir bahwa kebebasan mereka adalah absolute layaknya jurnalis. Bebas bergerak sesukanya tanpa memikirkan situasi dan kondisi asal bisa mendapatkan angle atau momen yang bagus. Dalam upacara atau tempat pernikahan terkadang banyak poin-poin sakral yang harus tetap terjaga apa lagi kita dengan budaya dan adat yang kental.
Pada suatu waktu saya berusaha mendapatkan momen yang bagus dengan mengabaikan sekitar, yang ternyata keberadaan saya pada posisi tertentu telah merusak suasana hikmad jalannya upacara pernikahan. Karena itu anda harus pintar memilih timing yang tepat untuk dapat memasuki lokasi yang anda inginkan, dan jangan memaksa cobalah 3-5 kali percobaan.




Semoga bermanfaat! Sumber artikel dari http://loungess.com

Sumber foto dari wedding party Ismiyati Arroyani dan Arie Rozak di kesugihan, Cilacap. Hasil jepretan sendiri.

ungkapan jomblo

ada perkataan "mencintai tak harus memiliki" namun cukup adilkah jika aku mencintaimu sementara kamu mencintai yang lain ?

mungkin ini yang sering kita dengan dan terkadang beberapa orang merasakan perasaan yang gusar dan tak tau arah ketika hal itu kita alami. ya ini lah yang di alami oleh beberapa kaum minoritas yang fakir akan asmara alias jomblo.

jomblo atau single, mungkin itu adala kata-kata yang tepat untuk menjelaskan siapa saya yang sedang merasakan perasaaan mencintai seorang wanita yang dari dulu mungkin sejak 2 tahun lalu. setelah saya menyudahi hubungan dengan para wanita yang dulu pernah mengajari saya akan apa itu cinta, sakit hati dan pastinya pengalaman yang tak pernah saya duga akan saya akan dapatkan. 

apa yang salah dengan status jomblo, tidak ada dan tidak salah sama sekali. namun terkadang susah memang mencari kriteria orang yang kita inginkan, bukan suka memilih atau membandingkan, namun itu lah sifat manusia. bukan memilih yang terbaik, namun memilih siapa yang pas dengan hatinya.

banyak manusia yang mencari selingkuhan atau biasanya menduakan seseorang, entah apa yang dia cari, sesungguhnya semua itu lebih hina dari hewan. banyak anjing bisa setia kepada majikannya, kenapa manusia tidak bisa meniru akan kesetiaannya?. ada burung merpati yang setia kepada pasangannya kenapa manusia tidak?

sering saya berandai-andai mendapatkan wanita yang sesuai kriteria saya. saya tidak terlalu banyak mengajukan banyak kriteria, karena sesungguhnya saya ingin sekali belajar dewasa dan ingin segera bisa mendapatkan jodoh semenjak dari sekarang, namun tuhan masih belum mengkehendaki.

adapun kriteria wanita yang saya impikan adalah dia yang :
1. muslim
2. berhijab
3. kelakuan sesuai dengan pakaiannya dan agamanya
4. cantik itu relatif
5. pastinya dia dan keluarganya mau menerima apa adanya

saya belakangan ini merasakan cemburu dan khawatir apa bila ada orang yang saya sayang nantinya akan bersama orang lain, karena sesungguhnya saya sudah mencintai dia sejak hmpir 2 tahun yang lalu. namun karena akan kesadaran saya yang jauh dari kata sempurna jadi saya mungkin lebih baik memendamnya dan membiarkan ungkapan seperti diatas tadi berlaku buat saya.
 

The Battle of Surabaya

STMIK AMIKOM Yogyakarta

Search This Blog

Total Pageviews

Translate

Powered by Blogger.