Pages

istilah dalam fotografi

Friday, 28 February 2014


Beberapa istilah dlm fotografi yang amat perlu difahami:

  1.  APS: Advanced Photo System
  2.  DIL : Drop in Loading
  3.  CID : Cartridge Identification number
  4.  FID : Film strip Identification number
  5.  USC : Uniform Sigma Crystal/kristal sigma seragam
  6.  Kristal sigma : Butir-butir perak halida
  7.  AFS : Auto Focus Silent Wave Motor
  8.  AFD : Auto Focus Distance Information
  9.  DIR : Development Inhibitor Releaser
  10.  SPD : Silicon Photo Diode
  11.  LCD : Liquid Crystal Display
  12.  LED : Light Emitting Diode, lampu
  13.  ISO/ASA : Derajat sensitivitas film
  14.  ISO : International Standart Organization
  15. ASA : American Standart Association
  16. DIN : Deutsche Industry Norm
  17. NiMH : Nikel Metal Hydride
  18. NiCd : Nikel Cadmium
  19. DRAM : Data Random Acces Memory
  20. RISC : Reduce Intruction Set Computer
  21. CCD : Charge Couple Device (pada kamera digital)
  22. CPL : Circular Polarizing
  23. USM : Ultrasonic motor
  24. ESP : Elektro-Selective Pattern (Sistem pengkuran cahaya otomatik, di saat kondisi kesenjangan kecerahannya sangat besar
  25. SLR : single Lens Reflek, kamera lensa tunggal yang menggunakan cermin dan prisma
  26. TLR : Twin lens Refleks, kamera yang menggunakan dua lensa , satu untuk melihat, lainnya utnuk meneruskan cahaya ke film
  27. Lens Mount : Dudukan lensa
  28. MF : Manual Fokus
  29. AF : Auto Fokus
  30. Fps : Frame per second:, satuan kecepatan pengambilan gambar dalam gambar perdetik
  31. DOF : Depth of Field; ruang tajam, merupakan jarak, dimana gambar masih terlihat tajam/focus, bergantung pada: diafragma, panjang lensa dan jarak objek
  32. GN : Guide number; kekuatan cahaya blitz merupakan perkalian antara jarak (dalam meter atau feet) dan diafragma
  33. AR Range : Tingkat terang cahaya dimana system aotufocus masih dapat bekerja, dalam satuan EV
  34. EV : Exposure Value; kekuatan cahaya. Sample, EV=0 kekuatan cahaya pada difragma f/1,0 kecepatan 1 detik
  35. Exposure mode : Modus pencahayaan, pada umumnya ada 4 tipe: manual, Aperture priority, Shutter priority dan Programed (auto)
  36. Aperture : Diafragma
  37. Lens Hood : Tudung lensa
  38. Aperture priority : Prioritas pengaturan pada diafragma, kecepatan rana otomatis
  39. Shutter : Rana
  40. Shutter Priority : Prioritas pengaturan pada kecepatan rana, diafragma otomatis
  41. Exposure compensation :Kompensasi pencahayaan, membuat alternatif pencahayaan dari normal menjadi lebih atau kurang
  42. Flash Exposure Compensation : Kompensasi pencahayaan blitzt
  43. Metering: Pola pengaturan cahaya, biasanya terbagi dalam 3 kategori, centerweighted, evaluative/matrix, dan spot
  44. Center weighted Metering : Pengukuran pencahayaan pada 60% daerah tengah gambar
  45. Evaluative/Matrix : Pengukuran pencahayaan berdasarkan segmen-segmen dan presentase tertentu
  46. Spot : Pengukuran pencahayaan hanya pada titik tertentu
  47. View finder : Jendela bidik
  48. Built in Dioptri: Dilengkapi dengan pengatur dioptri (lensa+ atau – bagi mereka yang berkacamata)
  49. Eye piece Blind : Tirai penutup jendela bidik
  50. Interchangeable Focusing Screen : Fasilitas untuk dapat mengganti focusing screen
  51. Focusing screen : Layar focus

Jenis-Jenis Lensa pada Kamera DSLR


Bagi semua kamera, lensa merupakan penentu kualitas foto yang akan kita dapatkan.Maka merupakan hal yang wajar jika lensa di predikatkan sebagai mata dari sebuah kamera. Dan hal itu juga yang membuat lensa dikatakan memiliki pengaruh dominan untuk mendapatkan gambar yang bagus di banding sistem kamera yang kita gunakan.

Sebelum kita mengenal lebih jauh tentang jenis-jenis lensa pada kamera DSLR, ada baiknya teman-teman mengetahui bahwa mekanisme lensa di kamera DSLR ada dua yaitu lensa zoom & lensa fixed prime, untuk lebih jelasnya teman-teman bisa membaca postingan saya sebelumnya tentang perbedaan lensa Zoom & lensa Fixed (Prime). Selain itu untuk lebih jelas lagi, kita juga harus mengetahui bagian-bagian atau anatomi lensa tersebut, saya rekomendasikan untuk membaca postingan Bagian-bagian Lensa pada kamera DSLR.

Disini saya akan membahas lensa berdasarkan jarak fokus, lensa khusus, mekanisme lensa & Penyedia lensanya.
OK, here it is, lets show all…!

Berdasarkan Mekanisme Fokusnya

dibagi menjadi 2, yaitu lensa zoom & lensa fix (lensa prime). 

Berdasarkan jarak fokusnya:

  1. Lensa Standar

http://cdn-4.nikon-cdn.com/en_INC/IMG/Assets/Camera-Lenses/2010/2176-AF-S-DX-Nikkor-18-55mm-f-3.5-5.6G-VR/Views/2176_18-55DX_VR2_side.png?targetMedia=/en_INC/IMG/Assets/Camera-Lenses/2010/2176-AF-S-DX-Nikkor-18-55mm-f-3.5-5.6G-VR/Views/353_2176_18-55DX_VR2_side.png
Nikon 18-55mm f/3.5-5.6G VR DX AF-S

Lensa standar merupakan jenis lensa yang paling banyak digunakan kalangan fotografer. Terlebih biasanya dalam paket penjualan SLR juga disematkan lensa kit, yang merupakan lensa standar.Pada DSLR bersensor fullframe mumnya lensa ini berukuran 55mm.

Area pandang yang dihasilkan paling menyerupai pandangan mata kita. Selain itu prespektif yang ditawarkan di jenis lensa ini juga tidak terdistorsi.
Jenis lensa ini cocok digunakan untuk jarak pandang sedang. Misalnya seperti foto jurnalisme, foto acara, foto olahraga in door & foto jalanan. Bahkan fotografer terkenal Henri Cartier Bresson, master fotografer jurnalis & street photography juga suka menggunakan lensa ini.

Contoh panjang fokus lensa standar (diambil dari 18-55mm f/3.5-5.6G VR DX AF-S )


Contoh lensa standar :
-         Nikon 18-55mm f/3.5-5.6G VR DX AF-S
-         Canon 17-55f/2.8 IS USM EFS
-         Tamron 17-50mm f/2.8 XR Di II VC SP AF

Contoh hasil jepretan kamera standar (diambil dari 18-55mm f/3.5-5.6G VR DX AF-S)

  1.  Lensa Wide Angle

Lensa ini merupakan lensa sudut pandang lebar. Lensa jenis ini mempunyai jarak fokus yang lebih pendek dari lensa standar, antara 24-40mm. Lensa kit yang disajikan dalam paketan DSLR biasanya berukuran  18-55mm juga bisa disebut sebagai lensa wide angle. Lensa jenis ini akan memiliki efek distorsi dapat memperburuk citra gambar jika kita tidak tahu setingan yang pas.




Lensa ini sangat cocok digunakan untuk mengambil gambar panorama alam.




Contoh panjang fokus lensa sudut lebar ( Olympus Zuiko Digital ED 9-18mm ):


Contoh lensa sudut lebar :
-         Nikon 14-24mm f/2.8G ED (1.7x) AFS
-         Olympus Zuiko Digital ED 9-18mm 1:4-5.6
-         Canon 10-22mm f/3.5-4.5 USM EFS
-         Sony 11-18mm f/4.5-5.6DT
-         Sigma 12-24mm f4-5,6 EX DG

Contoh foto menggunakan lensa sudut lebar (Olympus Zuiko Digital ED 9-18mm 1:4-5.6)

  1. Lensa Telephoto

Lensa telephoto adalah lensa yang jarak fokusnya 60mm atau lebih. Lensa telephoto digunakan untuk mendapatkan & memperbesar objek yang ada di kejauhan. Lensa telephoto juga mempunyai jenis
lensa zoom & lensa fixed.
http://a.img-dpreview.com/lensreviews/canon_70-200_2p8_is_usm_c16/Images/frontpage.jpg
Akhir-akhir ini juga banyak dikembagkan lensa telephoto bisa fokus ke objek yang jaraknya dekat
(makro). Lensa telephoto dikatakan menjadi lensa super telephoto apabila jarak fokusnya sangat besar, lebih dari 200mm.

Jenis lensa ini umumnya berukuran sangat besar, jadi kita butuh tambahan tongkat monopod untuk menopang lensa ini supaya nyaman saat kita guakan. Lensa jenis ini cocok untuk digunakan dalam fotografi satwa liar, bidang olahraga outdoor & objek foto yang jaraknya jauh dari kita.

Contoh lensa telephoto :
-         Nikon 80-400mm f/4.5-5.6D ED VR AF
-         Canon EF 70-200mm 1:2.8 L IS USM
-         Canon 65-300 f/4-5.6 III USM
-         Sony 70-400mm f/4-5.6G
-         Tokina AT-X 300 AF PRO 300mmf/2.8
-         Canon EF 85mm f/1.8 (lensa telephoto fixed)

Contoh panjang fokus lensa telephoto (Canon EF 70-200mm F2.8 L IS USM )

Lensa Khusus

Lensa khusus adalah lensa yang dibuat untuk mengambil gambar dengan efek-efek fotografi tertentu tanpa perlu rekayasa digital. Banyak sumber informasi yang tidak mengelompokan lensa khusus & lensa berdasarkan jarak fokusnya, namun disini saya pisahkan supaya lebih mudah dipahami.

   -Lensa Mikro



http://blog.warehouseexpress.com/wp-content/uploads/2009/09/canon-ef-100mm-f28l-is-macro-lens.jpg
Lensa jenis ini banyak digunakan untuk memotret objek yang berukuran kecil. Lensa Mikro adalah lensa yang pada umumnya memiliki hasil jepretan 1:1. Misalkan teman-teman memotret jarum berukuran 4cm, maka jika di potret ukuran jarum yang tertangkap pada sensor tetaplah 4cm.

Lensa ini memiliki sifat fokus yang sangat fokus & akurat. Harga lensa ini juga terbilang mahal, biasanya diatas Rp 5jt. Namun sebenarnya ada cara lain untuk menyulap lensa standar anda menjadi lensa makro untuk menghemat budget yang teman-teman miliki.

Mungkin teman-teman bingung untuk menyebut nama lensa ini. Lensa mikro atau lensa makro ? Sebenarnya itu sama saja, hanya masalah hegemoni  kekuatan Nikon vs Canon saja, Nikon menyebutnya lensa mikro sedangkan Canon & Pentax sebaliknya, mereka menyebutnya lensa Makro.

Contoh lensa makro :
- Canon EF 100mm F2.8 L IS USM Macro
- Nikon Micro-Nikkor Macro lens – 105 mm – F/2.8 – Nikon F

Contoh jepretan lensa Makro :

  -Lensa Prespective Corection

Canon TS-E 17mm f/4 L Tilt-Shift Lens Comparison
Sesuai namanya lensa ini dgunakan untuk mengoreksi sebuahgaris prespektif yang terdistorsi akbiat fotografer mengambil gambar terlalu dekat dari objek. Biasanya digunakan untuk kalangan fotografer arsistektur. Canon sendiri menyebut lensa ini dengan lensa Tilt Shift Lense.

Contoh lensa PC :
- Canon TS-E 17mm f/4 L Tilt-Shift Lens
- Nikon PC-E Nikkor 24mm f/3.5D ED
Canon TS-E 17mm f/4 L Tilt-Shift Lens - New York City, New York, USA

-Lensa Fish Eye

Lebih lengkap mengenai lensa fisheye
Canon EF 8-15mm f/4 L USM Fisheye Lens Review
Canon EF 8-15mm f/4 L USM Fisheye Lens Review
Kalau tadi lensa prespektif digunakan untuk mengoreksi prespektif suatu objek karena adanya distorsi, maka lensa fish eye adalah sebaliknya. Lensa ini termasuk ke dalam lensa sudut lebar, namun memiliki distorsi yang tinggi. Hasil yang didapat menggunakan lensa ini akan berbentuk lengkungan, seperti cembung pada mata ikan.

Contoh lensa fish eye :
- canon ef 8-15mm f/4l fisheye usm
- Nikon AF DX Fisheye-Nikkor 10.5mm f/2.8G ED

sumber : http://tommyvotograph.wordpress.com/2011/12/04/jenis-jenis-lensa-pada-kamera-dslr/

Kelas-Kelas Kamera DSLR Berdasarkan Tingkat Penggunaannya


Seperti halnya gadget-gadget atau alat-alat sebuah hobi pada umumnya yang memiliki tingkatan penggunaan tertentu, dunia fotografi pun demikian. Peralatan fotografi yang sangat bermacam-macam juga memiliki tingkatan untuk para penggunanya masing-masing. Ada yang dirancang untuk pemula (newcomers), penghobi (advanced) ataupun kelas profesional sekalipun. Salah satu peralatan fotografi yang memiliki tingkatan berdasarkan penggunanya adalah body kamera.

jenis-jenis kamera
kasta DSLR


Body sebuah kamera DSLR memiliki tingkatan-tingkatan / kasta kamera untuk segmen pasar yang ditujunya. Tingkatan-tingkatan ini ditujukan untuk berbagai macam kelas penggunanya. Melalui postingan kali ini saya coba memaparkan berbagai macam jenis kamera DSLR berdasarkan tingkat para penggunanya. Tidak hanya itu saya juga akan memaparkan perbedaan antara kamera DSLR pemula dan profesional DSLR dari merk “The Big Three’s” (Nikon, Canon & Sony).

Dalam postingan kali ini saya membagi segmen pengguna fotografi berdasarkan 3 segmen, yaitu kelas Pemula (new comers), kelas Serius (advanced) dan kelas Profesional. Dari 3 segmen saya buat saya membagi masing-masing segmennya ke dalam 2 kelas. (lihat tabel ). Saya membagi tiap kelas & segmennya berdasarkan teknologi yang ada pada tiap kamera. Misalnya seberapa besar sensor kameranya (fullframe atau APS-C), seberapa cepat mode burst fotonya, bagaimana kerumitan penggunaannya dan masih banyak lagi.

 

Nikon

Nikon adalah merk paling konservatif dalam soal teknologi kamera, namun ciri khasnya ini yang saya suka. Ini terbukti dengan lensa-lensa tua di zaman negatif film yang masih bisa digunakan di kamera modern, bandingkan dengan pesaing beratnya, Canon, yang menggunakan lensa jenis baru di saat era fotografi digital pertama kali muncul. Berkebalikan dengan Canon, penamaan sistem kamera Nikon menggunakan huruf “d” yang berarti “digital” dibagian depan sebelum angka. Kamera DSLR Nikon juga dapat dibedakan dengan melihat tanda merah dibagian handgrip-nya.
 
Jika dilihat dari tabel diatas, maka kasta kamera DSLR Nikon adalah sebagai berikut :

1. Kelas Pemula Entry Level : D3200 –> (D3100 –> D3000 –> D40)
Kamera Entry level Nikon bentuknya ringkas , menguatamakan kemudahan pengoperasian & user interface pada LCDnya mudah dimengerti. Dibandingkan Nikon atau Sony, kamera entry level dari Nikon lebih “mantheb” & nyaman untuk digenggam, tidak licin.Sayangnya untuk kamera Entry Level & Midrange Nikon tidak memiliki motor focus pada body-nya, sehingga hanya cocok untu lensa dengan built-in motor, yaitu lensa sri AF-S. Kamera di segmen pemula biasanya juga memiliki varian warna selain hitam. Misalnya kamera DSLR dengan warna merah, silver ataupun coklat, sangat cocok untuk teman-teman yang ingin menarik perhatian dengan kameranya.

kamera D3200 versi coklat & merah

2. Kelas Pemula Midrange : D5200 –> (D5100–> D5000–>D60–> D40x –> D50)

nikon-d5200_large_verge_medium_landscape

Segmen ini dbuat untuk pemula namun lebih serius. Biasanya memiliki LCD yang dapat dilipat / Fliped out LCD (kecuali D60, D40x & D50 karena merupakan jenis lama). Sayangnya Nikon hanya mengeluarkan kamera DSLR dengan LCD lipat hanya di varian d5xxx ini. Kamera d5xxx tidak memiliki built in motor focus di body nya sehingga hanya cocok untuk lensa AF-S.

3. Kelas Semi Advanced : D7100 –> (D7000–>D90–>D80–>D70s–>D70)
Ciri kamera di segmen ini ialah fitur perekaman video yang lebih mutakhir, sudah memiliki built in motor sehingga bisa menggunakan lensa AF-D, kecepatan dalam mengambil foto, bentuk body yang lebih besar serta adanya 2 LCD. Kamera DSLR kelas pemula hanya memiliki sebuah LCD sedangkan kelas Advanced dan profesional 2 LCD. Satu berwarna dan satu lagi monokrom.

4. Kelas Advanced : D600 –> (D300s–>D300–>D200–>D100)
Kelas Advanced dibuat untuk orang-orang yang sudah mengerti pengaturan dasar tentang fotografi & membutuhkan fitur-fitur yang lebih canggih. Semula segmen ini diisi Nikon dengan kamera DX (D300/D300S), namun sekarang berubah dengan hadirnya seri D600 yang sudah fullframe & merupakan alternatif untuk kamera fullframe dengan harga miring. Untuk fotografer olahraga profesional tak sedikit yang menggunakan Nikon D300 dibanding kamera fullframe. Mengapa? Karena focal length yang didapat lebih panjang dibanding kamera fullframe. Selain itu D300 memiliki burst foto tercepat dibanding kamera DSLR APS-C Nikon lainnya.

5. Kelas Semi Profesional : D800/D800E –> (D700)
Di segmen ini Nikon membuat kamera DSLR dengan kualitas gambar terbaik di kelasnya (sampai tulisan ini terposting). Nikon membuat gebrakan baru dengan menggunakan sensor fullframe berkekuatan 36MP. Terbesar untuk ukuran DSLR.


6. Kelas Profesional : D4 –> (D3, D3x, D3s) (D1, D1x, D2x, D2xs) (D1h, D2h, D2hs)
Kamera di segmen ini adalah seri premium. Fotografer olahraga & yang mahir dengan strobist pasti memilih kamera dari kelas ini. Namun Nikon baru menghadirkan kamera profesional fullframe di seri Nikon D3 tahun 2007. Teringgal jauh dengan Canon yang sejak 2002 sudah mengeluarkan versi fullframenya.

Yang perlu diingat :
  • DSLR Nikon DX bersensor APS-C sedangkan FX bersensor fullframe ** kamera fullframe saya beri warna hijau
  • Lensa Nikon pun demikian, ada versi DX & FX. Namun dengan body DX, semua jenis lensa tetap cocok digunakan. Sedangkan untuk body FX hanya bisa menggunakan lensa FX juga. Jika dipaksakan akan muncul vignet.
  • Semua Digital SLR Nikon memiliki mounting jenis “F” , lensa Nikon di jaman negatif film masih bisa digunakan
  • Kamera DSLR Nikon di segmen Pemula (seri d3xxx & d5xxx) tidak memiliki motor focus dalam body-nya, sehingga hanya cocok untuk lensa AF-S
  • Ada 2 jenis motor lensa yang dikenal di mounting Nikon. AF-S & AF-D
  • Kamera DSLR Nikon di segmen Pemula (seri d3xxx & d5xxx) hanya memiliki 1 buah LCD, segmen lainnya terdapat LCD monokrom tambahan di body bagian atas
  • Untuk masalah jumlah titik fokus pada kamera, baik DSLR pemula sampai profesional, Nikon selalu menyediakan titi fokus yang lebih banyak dari Canon
  • Kamera Nikon selain seri pemula (D7100, D600, D800 & D4) memiliki built in focus motor sehingga lensa jenis non-AF-S tetap bisa digunakan dengan fitur auto fokus yang tetap bisa dijalankan
  • Body Nikon seri D4, D800 & D600 terbuat dari magnesium alloy, bukan plastik
  • Hanya seri D5xxx yang memiliki layar yang bisa dilipat
  • Semua DSLR Nikon memiliki built-in flash kecuali Nikon seri Profesional (D4)
  • Varian D800 memiliki 2 versi yaitu D800 & D800E
  • Saat ini DSLR Nikon dengan resolusi terbesar adalah D800 & D800E dengan resolusi 36 MP
Berikut ini perbandingan seluruh kamera DSLR Nikon supaya teman-teman bisa membandingkan bentuknya sendiri. Untuk perbandingan spesifikasi klik disini
kasta Nikon

CANON

Canon pertama kali mengeluarkan kamera Digital SLR pada tahun 2000 yaitu dengan seri D30. Barulah 2 tahun kemudian mengeluarkan digital SLR fullframe pertama dengan resolusi 11.1 Mega Pixel. Di tahun 2010 Canon memiliki market share 41% untuk pasar DSLR, terpaut cukup jauh dengan Nikon yang hanya 35%. Perlu diketahui juga bahwa penamaan kamera Canon tergantung pada daerah pemasarannya. Misalnya di Amerika disebut Rebel T5i, di Eropa disebut 700d namun di Jepang Kiss X7i, meskipun semuanya masih satu tipe dan satu produk. Saya membagi segmen kamera DSLR Canon samaberdasarkan rivalnya, Nikon.

canon EOS 100d

DSLR terkecil di dunia, dikutip dari http://www.cameraegg.org/

1. Kelas Pemula Entry Level :
  • 1100D Rebel T3 Kiss X50 –> (1000D Rebel XS Kiss F)
  • 100D Rebel SL1 Kiss X7

Di kelas pemula Canon tidak terlalu berkembang, ini terbukti dari kamera di segmen pemula versi 1000d diperkenalkan tahun 2008 sedangkan 3 tahun kemudian Canon baru mengupgradenya dengan 1100d. Jika dibandingkan dengan Nikon, versi DSLR pemula Canon memiliki build quality yang lebih buruk. Terasa licin ketika digenggam. Sama seperti Nikon, 1100d juga memiliki warna body selain hitam. Ada silver, coklat dan merah. Tapi menariknya Canon juga mengeluarkan versi 100d. Hal itudibuat bukan untuk menggantikan pangsa pasar 1100d namun malah membuat pansa pasar baru mengingat versi 100d adalah DSLR terkecil dan teringan di dunia. 30% lebih kecil dari 650d. Yang menarik dari Canon adalah semua DSLR sudah memiliki motor focus di bodynya termasuk seri pemula.

2. Kelas Pemula Mid Range :
700D Rebel T5i Kiss X7
–> (650D Rebel T4i Kiss X6i –> 600D Rebel T3i Kiss X5 –> 550D Rebel T2i Kiss X4 –> 500D Rebel T1i Kiss X3 –> 450D Rebel XSi Kiss X2 –> 400D Digital Rebel XTi Kiss Digital X –> 350D Digital Rebel XT Kiss Digital N –> 300D Digital Rebel Kiss Digital)

Sperti yang sudah kita bahas kalau Canon sangat lemah di segmen entry level, jauh berbeda dengan segmen Mid Range-nya. Saya akui Canon benar-benar terfokus pada segmen pasar yang satu ini. Bagaimana tidak ? Jajaran disegmen ini sejak tahun 2003 sampai sekarang memiliki 7x upgrade teknologi. Mulai dari Canon EOS 300D di tahun 2003 sampai 700D yang baru diumumkan tahun ini.
Di jajaran segmen ini Canon memiliki layar yang bisa dilipat yaitu 600D, 650D hingga 700D. Bahkan Canon juga membuat gebrakan fitur layar sentuh di body 650D & 700D. Layar sentuh bisa digunakan untuk menentukan daerah fokus saat mengambil foto ataupun video sekalipun di mode live view.

3. Kelas Semi Advanced :
70D –> (60D[a] –> 50D –> 40D –> 30D –> 20D[a] –> D60 –> D30)
sumber : trustedreviews.com
sumber : trustedreviews.com

Jajaran di segmen ini dimaksudkan untuk melawan Nikon seri D7xxx. Versi terbaru Canon di segmen ini ialah EOS 70D setelah sebelumnya EOS 60D. Fitur yang ditawarkan di versi ini adalah tingkat kreativitas penghobi fotografer yangsudah mengerti dasar-dasar fotografi & ingin ke tingkat yang lebih serius.

Di kelas Semi Advanced berbeda dengan Nikon, Canon memiliki fitur layar yang bisa dilipat pada seri 60D dan 70D. Tak hanya itu, bahkan ada hal yang unik dimana Canon juga meluncurkan 60Da. “a” disini sebagai inisial astrography, memang versi ini dtunjukan untuk bidag astrography. Di body kelas semi Advanced Canon ini kita juga akan menemui 2LCD & tombol putar khas Canon, Quick Dial Button.

4. Kelas Advanced : EOS 6D–> (7D)
Sama seperti Nikon yang semula mengisi kelas ini dengan APS-C ke fullframe, Canon pun demikian. Semula kelas ini diisi dengan Canos EOS 7D yang bersensor APS-C lalu digantikan dengan EOS 6D dengan sensor fullframe. Namun pahitnya Canon EOS 6D tidak memiliki built in flash, sehingga kita harus menggunakan flash eksternal.

5. Kelas Semi-Profesional : 5D Mark III –> (5D Mark II –> 5D)
img3434.jpg (600×400)
sumber : engadget.com

Kelas ini ditunjukan untuk fotografi yang sangat serius. Dari segi fitur & kenyamanan yang diberikan juga dibuat lebih sempurna. Pada segmen kali ini Canon mengandalkan varian 5D-nya, saat tulisan ini dibuat yang terbaru adalah 5D Mark III sebagai saingan dari Nikon D800(E). Perlu diingat resolusi DSLR terbesar dari Canon adalah 22.3MP yang terdapat pada segmen ini, 5D Mark III. Canon juga membuat sejarah dengan memberikan 61 titik fokus dalam body 5D Mark III. Seperti yang kita tahu Canon biasanya mengesampingkan fitur ini, terbukti dengan rata-rata DSLR Canon memiliki titik fokus yang jauh lebih sedikit dibanding pesaingnya, Nikon.  Namun sayang dari segi kualitas foto masih kalah jauh dari D800(E). Terlebih D800(E) memiliki resolusi 36MP & memiliki built in flash.

6. Kelas Profesional
Full frame : 1DX –> ( 1DS Mark III –> 1DS Mark II –> 1DS )
APS-H : 1D Mark IV –> ( 1D Mark III –> 1D Mark II N –> 1D Mark II –> 1D )

Ada yang menarik dari kelas DSLR kelas Profesional Canon, yaitu tersedianya 2 versi sensor. Selain sensor fullframe, Canon juga sempat membuat DSLR profesional dengan sensor APS-H. Lalu apa bedanya ? Sensor fullframe sama besarnya dengan negatif film pra era digital fotografi, APS-C memiliki crop sensor 1.5x untuk Nikon & 1.6x untuk Canon. Sedangkan APS-H sendiri memiliki crop sensor 1.29x.

source : Wolfcrow.com

Menariknya lagi Canon juga memperkenalkan 1DC. Versi 1DX yang dispesialkan untuk membuat film. C disini untuk cinematografi.
kasta Canon

Yang perlu diingat :
  • Kamera DSLR Canon memiliki 3 jenis ukuran sensor format. (APS-C, APS-H & full frame)
  • Jika pada Nikon ada lensa DX & lensa FX, maka di Canon ada lensa EF (full frame) dan EF-S (APS-C). Lensa EF & EF-S bisa digunakan di kamera Canon bersensor APS-C. Sedangkan kamera fullframe & APS-H hanya bisa lensa berteknologi EF.
  • Semua body Canon EOS DSLR memiliki built in motor focus. Sangat menguntungkan, kalau di Nikon seri pemula tidak memiliki teknologi ini.
  • Hampir semua titik fokus Canon jauh lebih sedikt dibanding Nikon. Namun Canon 5D Mark III & 1DX memiliki 61 titik fokus dan merupakan yang terbanyak, bahkan mengalahkan Nikon D800(E)
  • Canon 650D, 700D & 70D memiliki fitur layar sentuh
  • Lensa Canon biasanya lebih murah dibanding Nikkor. Canon juga memiliki varian yang lebih banyak dibanding Nikkor. (Contoh: Nikkor membuat lensa 70-200 f/2.8 VR dengan harga 20 jutaan. Sedangkan Canon memiliki 4 versi dalam berbagai harga. Canon EF 70-200 f/2.8 IS USD 2.499. Canon EF 70-200 f/2.8 non IS USD 1499. 70-200 f4 pun demikian, versi IS memiliki harga USD 1.300 & non-IS USD 800)
  • Lensa kit 18-55 Canon dari segi kualitas & hasil masih kalah dengan lensa kit Nikon.
  • Lensa Canon versi L atau Luxury (dengan gelang merah) semuanya merupakan lensa EF
  • Lensa laras panjang Canon berwarna putih
  • Body Canon EOS seri profesional (1D & 5D) & 6D tidak memiliki built-in flash
  • Versi 650D, 700D & 70D memiliki layar yang bisa diputar

terima kasih tuhan

 wedding party mba iis dan mas ari


tidak pernah membayangkan sebelumnya akan berada diatas pelaminan berfoto bareng dengan kedua mempelai dan kamu yang kini sebagai sahabat saya.

aku selalu berharap kepada tuhan bahwa nantinya aku pun akan segera berada diatas pelaminan itu setelah saya sukses dan saya berharap juga wanita yang berada bersama saya adalah orang yang selama ini saya sayangi dan saya cintai setelah ibu.

terima kasih saya ucapkan kepada nurul mubayyinah dan ibundanya, karena ini lah moment yang baru sekali saya alami sekali dalam selama saya hidup. semoga saja tuhan tau apa yang saya inginkan karena itu lah yang selama ini saya rasakan.

selamat juga kepada pasangan  baru mba iis atau ismiyati arroyani dan mas arie rozak yang telah memberi kesempatan kepada saya untuk foto bersama. semoga nantinya kalian dapat juga menemani saya foto berdua seperti itu. semoga kalian berdua menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah.

moment itu tak akan saya lupakan karena itu adalah hal yang sangat berarti bagi saya.



Yogyakarta, 28 februari 2014

Tips cara membuat bokeh sederhana

Thursday, 27 February 2014


Untuk membuat efek Bokeh (latar belakang blur yang artistik) sangat mudah. Saya membuat efek bokeh dari kertas hitam yang diberi lubang secara acak dan berfungsi sebagai background. Bagian belakang background disinari lampu Phillips 42 watt. Obyek yang akan dipotret disinari lampu dan diupayakan diberi tirai dari diffuser kalau tidak ada gunakan kain putih atau kertas putih.

Untuk mendapatkan efek cahaya yang bagus gunakan cover buku plastik warna-warni. Set camera secara manual dan gunakan ISO 100, f/1.4 atau f/2.8, WB daylight, Shutter speed variasi rata-rata antara 20 – 60s. Atur jarak obyek dengan latar belakang dan sambil dilihat kesesuaian sinar lampu dengan obyek yang akan dipotret. Sebelumnya saya menggunakan lensa 18–200mm tapi hasilnya kurang maksimal. Setelah menggunakan lensa 50mm hasilnya lebih bagus. Selamat mencoba, semoga sukses.

oleh Bapak Nurdin Abd. Rivai
Beliau adalah alumni dari kursus kilat fotografi dan peserta dari acara-acara fotografi. Menggemari fotografi still life dan travel. Pak Nurdin berbasis di Samarinda, Kalimantan Timur



sumber : http://www.infofotografi.com/blog/2013/02/tips-cara-membuat-bokeh-sederhana/

kata seorang jomblo

seperti  halnya  sebuah makanan, hidup itu dibutuhkan banyak pelengkap.
meskipun makanan itu sudah seenak apa pun, pasti dibutuhkan saja tambahan untuk memperindahnya.

sama seperti halnya hidup ini.
meskipun banyak orang yang mengatakan hidup kita sudah sempurna, namun kita masih saja mencari apa yang kurang bagi kita, agar hidup ini lebih indah bagi kita.

kehidupan ini keras sobat. kadang kita harus berjuang tanpa henti ketika orang lain dapat mendapatkan apa yang di inginkan tanpa dia berusaha. itu lah kehidupan . namun kehidupan selalu berputar layaknya sebuah titik pada roda dari sebuah kendaraan. kadang  kala ada saatnya berada di atas, kadang ada saatnya pula berada dibawah.

ya, itulah kehidupan teman. kehidupan yang kadang  mau berteman, dan teman yang terkadang tak mau berteman dengan kehidupan.

bila kita inginkan kehidupan yang indah, maka berusahalah. apa bila hidupmu masih saja belum indah. maka bersyukurlah!
sama seperti halnya orang yang kita inginkan untuk menjadi seseorang dengan status “PACAR”. kadang diawal dia sangatlah sempurna dan kamu berkomitmen akan bersamanya, namun akhirnya kamu sendiri yang bosan dan ingin mencari lagi yang lebih sempurna. namun, masih ada yang benar-benar berkomitmen hingga saat ini untuk bersama.

ketika banyak wanita yang rela mengorbankan apa saja demi pria yang dia sayang, ternyata pria itu lebih BRENGSEK dari pada BAJINGAN sekalipun. dan kadang wanita pun sama.

namun kadang wanita lebih memilih pria dengan tampang yang lebih menarik bagi dia. dan dia mau bersamanya meski dia itu playboy atau bahkan maniak seks. padahal pria yang bertampang pas-pasan dan biasa lebih bisa setia (status jomblo misalnya) dari pada pria tampan namun playboy.

KARENA MEMANG HIDUP ITU BANYAK PILIHAN.

ibarat orang yang suka makan dan dia makan di McDonald's (bukan promo).

kita tahu bahwa di McDonald's itu makanannya mahal buat para orang yang bergolongan menengah ke bawah dan harga yang mahal dengan makanan yang porsinya sedikit (apa bila kita bandingkan dengan makanan di warteg). bagi orang yang suka makan itu, satu porsi mana cukup, dia pastia akan tambah, tambah, dan tambah sampai dia kenyang.

ya seperti itu pula kehidupan. kadang di mata orang  hidup kita sudah sempurna. namun bagi kita sangatlah kurang dari kata sempurna. kadang kita di beri kelebihan. namun kita masih saja  kurang dan terus saja merasa kurang.

kita hidup hanya sekali, jangan pernah buat hidup ini menjadi rumit. karena sesungguhnya hidup ini itu indah meskipun kamu JOMBLO NGENES kaya saya. tapi percaya lah. hidup ini indah meski entah kapan indahnya :)

YANG TERPENTING, JADILAH MANUSIA YANG DAPAT BERSYUKUR DALAM HAL APAPUN

sumber : http://www.facebook.com/RikoHariSaputra

catatan si jones :D

catatanku malam tanggal 08 November 2013




hidup itu memang tak seindah film FTV,
yang awalnya Cuma karena tabrakan aja bisa jadian,
bahkan yang awalnya ditampar bisa jadi pacar

hidup itu bagai pilihan ganda dan juga essay
karena kehidupan itu dapat memilih yang mana yang benar tanpa harus berfikir banyak untuk menjadi benar.
tapi  kehidupan itu juga bagai essay yang bukan lagi ngisinya pakai logika, namun harus diisi dengan apa yang telah dituliskan dan sesuai dengan apa yang telah kita baca.
jadi kalo kita hidup itu bukan lagi bagaimana kita menjalaninya saja, namun kita harus padai-pandai memilih meski sudah ada jawaban yang benar di antara yang salah\. hidup juga harus pandai-pandai mencari isi, isi apa yang sesuai dengan realita yang ada tanpa harus benar dan juga terkadang ada sedikit kesalahan namun hasil akhirnya adalah kebenaran.

jaman semakin moderen, banyak modus-modus baru yang muncul. bukan modus malam pada kamera hape ya.
modus itu banyak kita jumpai dalam hidup berjaring sosial bahkan bermasyarakat. ya kaya cowo yang suka PHP (pemberi harapan palsu) ke cewe, atau bahkan cewe yang suka PHTP (Pemberi harapan tidak pasti) ke cowo.

ya jadi hidup emang seperti sebuah titik pada roda dan sebuah jalan yang kadang halus kaya paha member JKT48 atau bahkan kaya paha nenek-nenek yang ada korengnya (jangan dibayangin).

ya ini lah kehidupan saya yang mungkin dalam keadaan krisis jodoh yang belum selesai-selesai mungkin karena tampang yang pas-pasan dan kantong yang ngpress-ngpresan. ya mungkin inilah jalan yang harus saya tempuh dulu dalam sebuah perjuangan menjadi seseorang yang sukses nantinya. ya minimal sukses dapetin wanita yang selama ini bikin saya ngimpiin dia terus (bukan mantan tapi teman).

memang sih kadang suka bertanya-tanya sama diri sendiri. kenapa sih kamu galau riko (inisial saya) padahal kan jodoh itu udah ada yang mengatur, engga kaya muka kamu yang perlu di atur?

ya mungkin karena merasa iri dengan yang lain yang bisa beli kolor aja ada temennya, atau  yang hanya bisa buat ngeramein hape hape baru yang dibeli kemaren agar gak kaya hatinya jomblo, atau bahkan bisa bikin sakit hati cewe dengan perangai cowo masa kini yang katanya iklan (lupa iklan apa) satu, mana cukup.

padahal harusnya mereka malu. masa engga bisa niru kakeknya, kakeknya, kakeknya, kakeknya (entah berapa ribu kakeknya lagi) intinya kenapa mereka engga bisa niru kakek kita, adam yang selalu setia ama si nenek
hawa? (ya karena tidak ada pilihan lain, bisa jadi).

itu tadi bahas remaja sekarang yang doyan selingkuh.
sekarang bahas yang jomblo kaya saya.

yang “udah jomblo, ngenes lagi” itu kata mereka. namun sebenarnya saya Cuma belum punya pacar aja atau belum nemu pilihan yang pas. atau mungkin wanita yang belum pas ama saya, bisa jadi.

menurut penelitian yang sering saya lihat dalam kehidupan berdunia maya dan dunia akherat.
mungkin kalo hati para jomblo ngenes kaya saya, pas di bedah itu isinya hanya jaring laba-laba dan beberapa kenangan mantan dan bayangan mantan yang selalu menghantui. ibarat rumah kosong, ya seperti itu lah hati jomblo. dingin, sunyi, sepi, suram, kotor (oleh kebiadaban mantan, mungkin), angker (oleh bayang-bayang mantan) dan masih banyak lagi.

mungkin kalo catatan ini bener-bener acak kadul, maklumin aja. sama kaya status kejombloan saya yang belum jelas kapan endingnya dan siapa nanti yang akan jadi jodohnya saya.

ya sekian aja catatan si jomblo ngenes sore ini. apa bila mengganggu beranda dan pemberitahuan anda dan anda merasa terganggu dengan kejombloan saya. maka carikanlah saya pacar. sekian



                                               SALAM PENULIS CATATAN SI JONES
 

The Battle of Surabaya

STMIK AMIKOM Yogyakarta

Search This Blog

Total Pageviews

Translate

Powered by Blogger.