Pages

Mencegah kondensasi / pengembunan di lensa

Saturday, 1 March 2014


Saat lensa dipindahkan dari ruang yang panas ke dingin atau sebaliknya, ada kemungkinan lensa akan mengalami kondensasi atau berembun. Contoh umum yaitu saat kita keluar dari mobil yang ber-AC dingin ke luar mobil yang panas. Atau sebaliknya, saat kita membawa keluar kamera dan lensa kita dari tempat yang hangat seperti rumah ke luar ruangan yang lebih dingin dan lembab.

Lensa berembun berpotensi merusak lensa dan menimbulkan jamur
Lensa berembun berpotensi merusak lensa dan menimbulkan jamur

Pertemuan antara kamera dan lensa yang hangat ke tempat yang dingin akan membuat uap air menempel dan berkondensasi menjadi embun di permukaan dan di dalam lensa kamera. Jika dibiarkan berlarut atau berulang-ulang, pengembunan ini bisa menimbulkan jamur, karat bahkan korslet.

Cara menghindarinya yaitu memasukkan kamera dan lensa ke dalam plastik kedap udara / ziplock, dan kemudian biarkan kamera dan lensa menyesuaikan dengan suhu baru secara perlahan. Perlu sekitar 10-20 menit untuk menyesuaikan tergantung dari panjang lensa. Lensa yang sederhana dan pendek seperti lensa fix 50mm atau zoom 18-55mm membutuhkan waktu lebih sedikit untuk menyesuaikan dengan suhu baru.

Jika keburu sudah kondensasi / berembun, jangan lepaskan lensa dari kamera dan masukkan kamera dan lensa dalam plastik dan usahakan mengeluarkan udara dari plastik. Memasukkan penyerap air seperti silica atau beras juga dapat membantu.

Jangan khawatir dan tunggulah sampai kameranya menyesuaikan dengan udara lingkungan. Dalam beberapa kasus, perlu menunggu 1-2 hari untuk memulihkan kamera dan lensa seperti sediakala.

Canon luncurkan kamera DSLR 1200D dan Canon G1X mark II

Mungkin seperti itulah strategi Canon dalam mengembangkan produknya. Canon 1200D adalah penerus 1100D. Kamera DSLR Canon 1100D adalah salah satu kamera yang sangat populer karena ukurannya yang ringkas, pilihan warna dan yang terpenting adalah harganya paling terjangkau dibandingkan kamera DSLR lainnya dipasar saat ini.
canon-eos-1200D

Untuk penerusnya, 1200D tidak berubah banyak daripada 1100D. Yang berbeda adalah penggunaan sensor gambar 18 MP seperti kamera Canon DSLR lainnya. Pilihan kualitas video lebih banyak, kini Anda bisa merekam video berformat FULL HD dengan 60fps (cocok untuk membuat efek slow motion), dan resolusi layar LCD ditingkatkan dari 230 ribu titik menjadi 460 ribu titik. Canon 1200D tidak menawarkan inovasi baru. Canon 1200D akan menggantikan Canon 1100D sebagai kamera entry-level yang akan dijual dengan harga sekitar 5 jutaan. Saran: Daripada menunggu kamera ini, mendingan Canon 600D dengan spec yang mirip dan ada layar LCD lipatnya.



Sedangkan Canon G1X adalah kamera compact dengan sensor gambar setara kamera DSLR. Canon G1X kurang berhasil karena banyak kelemahannya seperti jendela bidik optik yang terhalang oleh lensa, kinerja autofokus yang pelan dan lensa zoom dengan bukaan lensa yang tidak begitu besar. Canon G1X mark II memperbaiki semua kekurangan G1X. Jendela bidik optik diganti dengan jendela bidik elektronik, lensa zoom diperbaharui dengan yang lebih besar, kinerja autofokus dipercepat dan ukuran sedikit diperkecil.

canon-g1x-mark-2

Sayangnya harga Canon G1X cukup tinggi yaitu $799 (Rp 9,2 juta) padahal Canon G1X generasi pertama hanya $649, dan jika ingin jendela bidik elektroniknya, harus nambah $299 lagi. Meskipun Canon G1X diatas kertas sudah jauh lebih baik, dan merupakan salah satu kamera compact kelas atas, tapi kemungkinan besar Canon G1X mark II tidak akan populer karena harganya yang tinggi.

sumber : http://www.infofotografi.com/blog/2014/02/canon-luncurkan-kamera-dslr-1200d-dan-canon-g1x-mark-ii/

Peralatan minimal untuk fotografi pernikahan

Fotografi pernikahan dan prewed memang tidak pernah sepi, tapi sekarang makin  popular di kalangan orang Indonesia. Hal ini salah satunya dari perkembangan fotografi digital, yang memungkinkan penyuntingan foto dengan mudah dan berbagi foto melalui media internet sangat mudah dan efisien.
Fenomena inilah yang membuat minat fotografer untuk menekuni foto pernikahan dan pranikah (prewed). Untuk fotografi ini, mungkin Anda bertanya-tanya, apa kira-kira alat yang dibutuhkan?

KAMERA

Minimalnya, Anda memerlukan kamera digital SLR, kenapa bukan kamera saku atau superzoom? karena kamera digital SLR dapat menghasilkan gambar yang lebih baik dan juga auto fokusnya jauh lebih cepat dan akurat. Selain itu, kamera DSLR dengan lensa lebar dapat menghasilkan foto yang bagaikan di dunia fantasi. Lalu jenis kamera mana yang baik? kamera DSLR yang memiliki harga sekitar lima sampai enam jutaan cukup baik. Kalau dana terbatas, lebih baik prioritaskan lensa dan alat-alat lainnya.

LENSA

Biasanya, saat membeli kamera digital SLR, Anda juga otomatis membeli lensa dalam satu paket. Kebanyakan paket tersebut adalah lensa standar zoom. Lensa ini bukan yang terbaik, tapi cukup baik untuk digunakan. Anda juga perlu satu lensa lagi yang memiliki bukaan besar, seperti lensa 50mm atau 85mm. Lensa ini akan Anda pakai untuk foto potret pengantin atau di ruang yang gelap.

LAMPU

Lampu kilat adalah wajib, terutama untuk foto di dalam ruangan. Lampu kilat berkisar antara dua sampai lima juta Rupiah. Memang ada fotografer yang tidak memakai lampu kilat, tapi untuk memakai gaya ini memerlukan alat fotografi yang berat. Belilah lampu kilat yang bisa diputar kepalanya, sehingga Anda bisa mengarahkan lampu.

LAIN-LAIN

Jangan lupa batere tambahan, terutama bila Anda memotret dari pagi sampai malam. Juga siapkan kartu memori yang memadai. Untuk seharian, minimal dibutuhkan antara 20-40 GB.
Itulah alat-alat fotografi minimal yang diperlukan untuk fotografi pernikahan. Lalu, apabila Anda dibayar sebagai profesional, Anda harus mempertimbangkan untuk membeli atau menyewa kamera dan lampu kilat tambahan, untuk menjaga-jaga apabila kamera rusak mendadak. Semoga sukses!

Menguak Rahasia Teknik Fotografer Profesional: Exposure Triangle!

Friday, 28 February 2014

Saatnya kita menuju tingkat mahir dalam fotografi bak seorang fotografer profesional. Tulisan ini merupakan lanjutan dari 2 artikel fotografi sebelumnya. Oh ya, tulisan ini saya tujukan buat fotografer pemula loh, jadi musti suwon dulu nih ama fotografer profesional, permisiii… >.<
Pemahaman mengutak-atik exposure triangle adalah “rahasia besar” keahlian seorang fotografer profesional, untuk kamera manual maupun digital (kita fokus pada yang digital aja yahh…)
Exposure adalah jumlah cahaya yang masuk ke dalam medium fotografis kamera (negatif film pada kamera manual dan sensor gambar pada kamera digital) saat pengambilan gambar.
Apabila jumlah cahaya yang masuk ke medium fotografis terlalu banyak, foto menjadi terlalu terang istilahnya overexposure, apabila terlalu sedikit foto menjadi terlalu gelap istilahnya underexposure, dan apabila foto sesuai dengan yang kita inginkan disebut dengan optimal exposure. Exposure Value (EV) adalah angka yang digunakan untuk mengetahui jumlah cahaya yang masuk.
13389865962131149042
 Underexposure

1338986677240132127
Optimal Exposure

1338986707740428968
Overexposure
Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi sedikit banyaknya jumlah cahaya yang masuk adalah Aperture, Shutter Speed dan ISO. Ketiga-tiganya saling terkait satu sama lain dan tidak dapat dipisah-pisahkan sehingga sering disebut dengan Exposure Triangle.
1338988990711889713
 
Exposure Triangle
Nah, yang paling kerennya lagi nih, kalau dah benar-benar nguasain ketiganya, bisa menciptakan foto-foto tricky yang dahsyat, seperti di bawah ini:
13389910511826461787


13389911431845546873


13389890971617343825
 Irrigation Sprinklers

13389877882108833916
 Slow Shutter Effect
Untuk menghasilkan foto-foto keq di atas mah butuh kamera digital yang beneran atuuhhh (baca: DSLR Pro) heheheh..
Slow jazz… kalau pembaca benar-benar minat fotografi, gampang koq memahami ketiga hal ini, saya yakin pembaca akan memahaminya setelah selesai membaca tulisan ini yang merupakan pijakan untuk meloncat lebih tinggi ke angkasa dunia fotografi, trust me it works ^,^

Exposure Triangle
1. Aperture


Aperture adalah lubang/lingkaran di bagian depan kamera yang bekerja sama dengan shutter (diapraghma) untuk mengontrol jumlah cahaya yang masuk pada sensor gambar. Semakin besar diameter lubangnya semakin besar pula cahaya yang masuk. Selain mengatur cahaya yang masuk, aperture juga berfungsi untuk mengatur Depth of Field (DoF) (hadehh apa pulak DoF nie…? sabar yaaa.. ^_^).


Simbol ukuran besar kecilnya aperture adalah f-number atau f-stops, semakin besar f-number berarti semakin kecil diameter lubang (gambar 9).

1338999687432402897


Depth of Field (DoF)


DoF biasanya diterjemahkan dengan ruang tajam. Maaf, coba ambil pensil atau benda kecil yang lain, pegang dan letakkan kira-kira 30 cm di depan mata. Sekali lagi maaf (soalnya saya nyuruh-nyuruh nih >.< ), sekarang belalakkan mata anda menatap pensil tersebut (kira-kira 3 detik), kemudian picingkan mata anda sambil terus menatap benda itu.


Saat anda membelalakkan mata anda “gambar yang terlihat mata” disebut dengan ruang tajam lebar, dan saat anda memicingkan mata anda gambar yang terlihat disebut ruang tajam sempit. Saat anda memicingkan mata pensil akan terlihat lebih tajam atau lebih fokus, ya kan? Nah, itulah yang dimaksud dengan DoF, gampang memahaminya kan? ^_^

1339004336234934105
Pengaruh Aperture pada Depth of Field


Kembali ke laptop…ehh… kamera, semakin kecil angka f-stops semakin tajam DoF-nya, dan sebaliknya (gambar10). Background gambar kuda sebelah kiri lebih kabur daripada gambar yang di sebelah kanan. Trik ini sangat baik untuk foto close-up dan makro.


2. Shutter Speed
Shutter speed biasanya diterjemahkan dengan kecepatan rana. Shutter speed berfungsi untuk mengatur berapa lama sensor gambar terekspos cahaya yang masuk dalam satuan detik. Trik freez effect (gambar 5 dan 6) menggunakan shutter speed yang sangat cepat. Gambar bilah helikopter sebelah kiri terlihat kabur pada shutter speed 1/100 detik, sedangkan gambar sebelah kanan bilah terlihat seakan-akan berhenti

1339001642908509104
Pengaruh Shutter Speed pada Foto


3. ISO
ISO (International Standard Organization) merupakan istilah yang digunakan untuk menentukan sensifitas sensor film pada kamera digital. Istilah ini berasal dari jaman kamera manual untuk menyebutkan sensifitas emulsi kimia film terhadap cahaya (ASA) dimana satuannya adalah ISO dalam angka tertentu, ISO 100, 200, 400, 800, 1600, 3200 hingga 6400, tidak tertutup kemungkinan akan bertambah lagi. Namun istilah ISO masih digunakan hingga di era digital.


Biasanya pengaturan nilai ISO digunakan untuk mengoptimalkan exsposure, apabila settingan aperture dan shutter speed belum memuaskan. Semakin tinggi nilai ISO, semakin tinggi pula sensifitasnya terhadap cahaya. Sayangnya semakin tinggi nilainya efek berpasir (grainy) pada gambar semakin jelas (Gambar 12). Settingan ISO penting dalam fotografi malam, atau objek yang berada di ruangan/lingkungan yang remang-remang.
1339005344971682843
        Efek Berpasir pada Foto

Ok deh… cara cepat untuk benar-benar memahami ketiganya adalah praktek langsung. Ketahui tombol-tombol pengatur ketiganya. Catat masing-masing angka saat pengambilan foto pertama, ubah angka salah satu faktor misalnya angka ISO, ambil foto, ubah lagi, ambil lagi, demikian seterusnya untuk faktor aperture dan shutter speed. Jangan lupa memberikan nama khusus pada tiap-tiap foto sesuai dengan settingan angka, ntar malah kebingungan heheheh.

Sebenarnya catatan settingan telah ada pada file-file tersebut yang bisa terlihat pada LCD kamera atau komputer menggunakan software ACD See atau Photoshop. Kalau memang tau caranya, berarti gak perlu dicatet dong angka-angkanya saat pengambilan foto >.< 

Kemudian amati angka-angka ketiga faktor tersebut dan perubahan-perubahan yang terjadi pada hasil foto. Dengan demikian akan mudah memahami pengaruh masing-masing faktor.

Cara Copy isi Web Blog Yang Tidak Bisa Dicopy

Membuka Proteksi Web/Blog Yang Tidak Bisa Dicopy paste
Arsip Trik : Cara Copy isi Web Blog Yang Tidak Bisa Dicopy
Cara Copy isi Web Blog Yang Diproteksi

Ketika kita sedang mencari dan mendapatkan artikel/data/informasi di internet, terkadang kita mendapat kendala untuk mengcopy isi halaman itu, biasanya ini disebabkan karena halamannya diproteksi, yang ciri-cirinya artikelnya tidak bisa dihighlight (diseleksi), atau tidak bisa diklik kanan, sehingga kita tidak bisa mengcopynya.

Salah satu cara memproteksi halamat tersebut umumnya adalah menggunakan javascript, jadi untuk bisa mengcopy paste isi halaman, yang kita lakukan adalah mendisable/menonaktifkan javascript pada browsern yang kita pakai.
Berikut ini cara mendisable, menonaktifkan javascript untuk browser :
Google Chrome 
  1. Klik tombol bergambar kunci di pojok kanan atas
  2. Lalu pilih menu "Options",
  3. Kemudian pilih menu "Under the Hood"
  4. Di bagian "Privacy" klik tombol "Content settings",
  5. Di bagian "JavaScript" anda pilih tombol bulatan bertuliskan "Do not allow any site to run JavaScript"
Mozilla Firefox
  1. Klik alat/tool
  2. Klik option/pengaturan
  3. Klik konten / isi
  4. Lalu hilangkan tanda centang pada opsi aktifkan javascript

Setelah Javacript browser dimatikan, silahkan refresh kembali halaman web/blog yang diproteksi tadi

Tips Mendapatkan Foto Bokeh

Bokeh berasal dari bahasa Jepang boke (ボケ) yang berarti blur (kabur). Bokeh merupakan efek blur yang halus atau soft focus pada background ketika memotret suatu objek (fokus tajam pada objek utama sementara background nya blur atau menjadi kabur).

1 = Bukan foto bokeh
2 = Foto bokeh (background nya blur)
Contoh Foto Bokeh (Photo by Abidin M Faiz Nur)
Berikut tips untuk mendapatkan foto bokeh dengan kamera DSLR:
  • Gunakan mode Aperture Priority(Av) atau mode Manual (M) agar dapat memilih aperture yang diinginkan.
  • Pilih setting-an aperture yang terbesar dari lensa (angka f/x terkecil, semakin kecil angka f/x maka aperture semakin besar).
  • Perhatikan jarak antara kamera dengan objek foto. Semakin dekat jarak kamera dengan objek foto maka background nya semakin blur (bokeh).
  • Pilih focal length lengsa yang paling panjang. Dengan focal length terpanjang akan memisahkan objek foto dengan background nya. Contoh: saat Anda menggunakan lensa zoom 55-250mm, pilih focal length 250mm untuk mendapatkan bokeh yang lebih bagus.
  • Gunakan lensa prime (prime lens atau fixed lens). Lensa prime merupakan lensa dengan focal length tunggal alias lensa tanpa zoom yang dapat menghasilkan foto yang lebih tajam dan kualitas optik nya lebih bagus dari lensa zoom. Lensa prime biasanya mempunyai aperture yang lebih besar sehingga bagus digunakan untuk menghasilkan foto bokeh (misal: lensa 50mm f/1.8).

Tips Memperkuat Komposisi Foto

Tips Fotografi - Sebuah foto menunjukkan kepada dunia apa yang kamera lihat, tetapi foto yang memiliki komposisi kuat menunjukkan kepada dunia apa yang Sobat lihat. Memang komposisi sering terlihat sebagai hal yang kompleks, tetapi ada beberapa cara atau strategi yang bisa Sobat lakukan agar subyek foto terlihat lebih natural.
Landscape
 Photo: Cuba Gallery

 

Menuntun Mata Penikmat Foto

Salah satu cara yang paling efektif menciptakan komposisi yang kuat adalah dengan menggunakan elemen visual yang mampu menuntun mata penikmat foto ke dalam scene foto kita. Elemen-elemen penuntun tersebut bisa berwujud apa saja, seperti garis, kurva atau deretan bentuk (pola). Garis penuntun yang disajikan dari foreground ke background biasanya memiliki dampak yang sangat kuat, menggerakkan penikmat foto kita untuk merasa berada di dalam foto kita. lalu apa saja sih contoh - contoh nyata elemen-elemen yang bisa dijadikan sebagai leading line atau garis penuntun? : garis yang tercipta pada ombak lautan, lekukan sungai bisa mendorong mata untuk menjelajahi frame foto kita. prespektif dekat-ke-jauh, bawah-ke-atas juga bisa menjadi leading line yang efektif.

Pertimbangkan penggunaan foreground

Foreground mampu menciptakan kedalaman, menyediakan point of reference, dan cara efektif untuk menambahkan Wow-Factor pada foto-foto kita. Dengan menggunakan foreground yang tepat, berarti kita menambahakan kesan dimensi dan kedalaman pada sebuah foto, biasanya ini akan sangat terasa pada foto-foto landscape.

Gunakan pola (pattern)

Mata manusia secara alami akan tertarik pada sebuah pola. Ketika menjelajah satu bentuk, maka akan cenderung untuk melihat lainnya dan setiap elemen yang berulang. Sobat fotografer hendaknya mampu menggunakan bentuk dan warna yang berulang agar mendorong para penikmat foto kita untuk melihat lebih jauh bagian-bagian komposisi foto. pengulangan visual mengakibatkan mata manusia bergerak, menciptakan ketertarikan serta menumbuhkan energi komposisi. Bentuk pengulangan atau pola bisa membantu menciptakan harmoni dan keseimbangan.
Sobat juga bisa membuat gambar-gambar kreatif dengan memposisikan pola tersebut menjadi point of interset.

Menonjolkan point of interest

Gunakan elemen visual untuk menunjukkan langsung pada penikmat foto apa sih yang patut menjadi perhatian dalam frame. Framing merupakan satu cara efektif untuk menyederhakanan serta memfokuskan sebuah ketertarikan. Sebagai contoh elemen-elemen yang bisa digunakan dalam framing adalah: cabang pohon, jendela yang lebar, dan lain-lain. Framing juga bisa dibentuk dari gabungan elemen-elemen di sekitar subyek. Kadang kala akan sangat membantu jika ada elemen yang memiliki perbedaan kontras antara frame dengan subyek foto.
 

The Battle of Surabaya

STMIK AMIKOM Yogyakarta

Search This Blog

Total Pageviews

Translate

Powered by Blogger.