Pages

Mengenal Depth of Field Dalam Fotografi

Friday, 28 February 2014

Teknik Fotografi - Sobat bisa menambah atau mengurangi jumlah cahaya ke film atau sensor gambar hanya dengan satu atau dua langkah, yaitu dengan: merubah shutter speed atau kecepatan shutter (rentang waktu shutter tetap terbuka) atau dengan merubah f-stop (ukuran aperture  yang ada di lensa). Jika Sobat merubah aperture, maka tampilan gambar foto bisa berubah drastis. Perubahan tersebut akan tampak pada area ketajaman atau fokus yang ada di dalam frame foto, dari titik paling tajam sampai ke paling jauh (sering disebut dengan ruang tajam). Nah zona atau area fokus ini dideskripsikan dengan depth of field



Aperture terbesar (contoh: f2, f4) memberikan depth of field terkecil
Aperture terkecil (contoh: f16, f22) memberikan depth of field terbesar
Semakin kecil sensor maka semakin besar pula depth of field pada aperture yang sama

Depth of field sempit (shallow) - Gambar sebelah kiri diambil dengan menggunakan pengaturan aperture lensa terlebar. Sobat bisa melihat bahwa ada perbedaan ketajaman gambar di bagian depan dan belakang.

Depth of field lebar (maksimum) - gambar sebelah kanan diambil dengan menggunakan pengaturan aperture lensa terkecil. Semua bagian atau elemen yang ada di dalam foto tampak fokus dan tajam baik di bagian belakang maupun depan.


sumber : http://www.infotografi.com/2013/04/mengenal-depth-of-field-dalam-fotografi.html

Langkah Awal Bagi Fotografer Pemula

Fotografer Pemula - Sebagai seorang fotografer pemula atau baru belajar tentang dunia fotografi, artikel kali ini cocok untuk dibaca. Kami akan mengulas beberapa gagasan yang bisa membantu kalian dalam proses menjadi seorang fotografer.
Fotografer Pemula
Copyright: Danakore

1. Jangan tergesa-gesa membeli perangkat fotografi yang mahal

Kemungkinan untuk menghasilkan foto yang baik dengan menggunakan kamera yang murah seperti kamera saku sangat mungkin terjadi, jika tidak percaya lihat lah hasil-hasil foto berikut ini menggunakan kamera saku. Semakin banyak Sobat mengambil foto, maka kalian akan semakin mengerti tentang kebutuhan kamera ketika akan melakukan upgrade perangkat fotografi.

2. Pertimbangkan membeli Tripod

Tripod yang tidak terlalu mahal dan kokoh kiranya layak untuk dipertimbangkan, terutama jika Sobat memiliki kecenderungan tangan yang bergetar, kalian akan terkejut dan puas ketika melihat hasil jepretan dengan menggunakan Tripod. jika ingin foto lebih stabil lagi, kalian bisa menggunakan fitur timer atau shutter release ketika menggunakan Tripod.

3. Bawa kamera kalian kemanapun pergi

Peluang foto yang bagus sering kali datang ketika sobat tidak menyadari atau mengharapkannya, dan jika kalian bisa menyederhanakan perangkat kamera kalian, seperti membawa hanya tas kamera serta tripod maka bawalah perangkat tersebut kemana kalian pergi, dan tentunya kalian tidak akan menyesal ketika tiba-tiba mendapatkan peluang foto yang jarang sekali terjadi. Jika Sobat memiliki handphone yang memiliki fitur kamera, maka gunakan untuk mengambil gambar sebagai 'note' untuk pemandangan itu, dan sobat bisa kembali dengan membawa kamera yang sebenarnya.

4. Buatlah daftar foto yang ingin Sobat ambil

Jika sobat tidak bisa membawa serta kamera kalian, maka setidaknya tetaplah membawa buku saku dan selalu mencatat tempat-tempat yang sobat ingin kembali untuk memotret tempat tersebut. pastikan sobat mencatat setiap detil yang penting, seperti pencahayaan, sehingga sobat bisa kembali ketempat tersebut di waktu yang sama atau pada saat cuaca yang tepat. Jika sobat tidak ingin membawa buku saku, maka kalian bisa mengirimkan catatan via email lewat handphone,

5. Jangan mengabaikan subyek yang 'biasa' dalam fotografi

Sobat mungkin tidak melihat sesuatu yang menarik dan layak dipotret di kamar tamu atau halaman belakang, tetapi setidaknya cobalah melihat sekeliling dengan sudut pandang yang baru. Sobat mungkin bisa menemukan spektrum cahaya atau beberapa bunga liar di halaman belakang rumah kalian, seringkali sebuah obyek sederhana bisa menciptakan foto yang bagus.

6. Nikmatilah proses belajar fotografi

Hal yang paling menarik mempelajari sebuah hobi seperti fotografi, adalah tidak ada kata cukup dalam mempelajarinya. Sumber inspirasi banyak sekali bisa ditemukan disekeliling kalian. Lihatlah semua hal tersebut menggunakan mata seorang fotografer dan Sobat akan menemukan peluang foto yang tidak kalian sadari sebelumnya.

7. Manfaatkan Sumber online belajar fotografi gratis

Pelajari foto-foto yang dihasilkan oleh fotografer profesional melalui situs seperti flickr, atau website yang berbagi informasi tentang teknik fotografi seperti InFotografi, disana bisa kalian temukan inspirasi dan tips tentang dunia fotografi. Jika Sobat tertarik untuk belajar mengenai post-processing dan masih belum ada anggaran biaya untuk membeli software seperti Adobe Photoshop, cobalah gunakan software free seperti GIMP

8. Terus melakukan uji coba pada pengaturan kamera

Kamera saku yang Sobat miliki bisa jadi memiliki fitur yang jauh lebih fleksibel dari yang kalian ketahui sekarang. Bacalah buku petunjuk atau manual untuk bantuan mengartikan simbol-simbol yang ada dalam pengaturan kamera. Cobalah memotret satu subyek dengan menggunakan pengaturan yang berbeda, lihat dan pelajari serta  pilihlah hasil mana yang paling kalian sukai. Ketika me-review ulang foto-foto tersebut pada komputer, coba lihat EXIF data setiap foto untuk melihat kembali pengaturan kamera yang kalian gunakan saat memotret.

9. Pelajari aturan-aturan dasar

Seperti yang kita ketahui, banyak sekali informasi tentang dunia fotografi tersebar secara online di internet. Mulailah dengan beberapa artikel tentang komposisi. Terbukalah pada pendapat - pendapat dari fotografer yang lebih berpengalaman mengenai teknik fotografi yang mereka gunakan. Sobat tentunya harus mengetahui dan memahami aturan dasar sebelum melanggarnya bukan?

10. Memotretlah secara rutin

Cobalah memotret sesuatu setiap hari, jika Sobat tidak bisa melakukannya, maka pastikan kalian berlatih secara rutin sehingga Sobat tidak lupa apa yang telah kalian pelajari sebelumnya. Cara yang paling baik melakukan ini adalah memberikan pada diri sendiri sebuah tantangan fotografi setiap minggunya.

11. Jangan takut untuk bereksperimen

Jika Sobat menggunakan kamera digital, lakukan uji coba secara terus menerus dan kemungkinan besar kalian akan menemukan sesuatu yang sangat kalian sukai, dan tentunya kalian akan belajar banyak melalui proses belajar ini.
Selamat Mencoba!!

Wedding Photography Bagi Fotografer Pemula

Tips Fotografi - Apakah sobat pernah dalam posisi seperti ini: Baru memasuki dunia fotografi dan mendapat tawaran untuk pertama kalinya memotret sebuah acara pernikahan? Dalam hati pasti sedikit merasa kebingungan dan mencari-cari tips bagaimana mengabadikan sebuah momen pernikahan yang begitu sakral dan penting bagi pasangan pernikahan tersebut. Artikel kali ini akan membahas sedikit tentang tips bagaimana memotret sebuah acara pernikahan bagi fotografer pemula, dan Kami berharap bisa bermanfaat. Jika Sobat mencari penjelasan teknis, maka kalian tidak akan menemukannya dalam artikel ini, kami menganggap Sobat telah memahami dasar-dasar fotografi seperti konsep exposure triangle, komposisi dasar dan lain-lain.


Don't Piss Me Off!

Tips Fotografi Pernikahan

1. Buatlah daftar Foto yang akan kalian ambil.

Salah satu saran yang bisa sangat membantu tentang Wedding Photography adalah meminta pasangan tersebut untuk memikirkan foto-foto seperti apa yang mereka inginkan pada saat acara pernikahan. Ini akan sangat membantu pada saat pemotretan bersama keluarga, tentunya Sobat tidak ingin ketika menyerahkan hasil foto yang bagus tetapi kalian tidak menyertakan salah satu anggota keluarga dalam foto-foto tersebut bukan?

2. Memilih koordinator foto

Memotret seluruh anggota keluarga pada saat acara pernikahan bisa terasa merepotkan loh! Biasanya kebanyakan dari mereka berjalan kesana kemari menemui anggota keluarga lain, teman, kolega dan lain-lain. Parahnya lagi Sobat pasti tidak mengenal satu-satu anggota keluarga tersebut, ditambah lagi ada dua keluarga yang berkumpul baik itu dari pihak laki-laki maupun perempuan. Mintalah pada pasangan tersebut seorang foto koordinator yang mengenal seluruh anggota keluarga, dan lebih baik dipilih dari salah satu anggota keluarga mereka. Foto koordinator bisa membantu Sobat ketika mengumpulkan mereka untuk sesi pemotretan.

3. Kunjungi lokasi acara

Kunjungi semua lokasi pernikahan dimana kalian akan memotret sebelum acara berlangsung. Memang beberapa fotografer wedding profesional tidak melakukannya, tetapi ini akan sangat membantu untuk mengetahui darimana kita memotret, merencanakan angle atau frame foto yang akan kita ambil dan melihat bagaimana kondisi pencahayaan pada waktu yang sama ketika acara pernikahan. Cobalah mengajak pasangan turut serta melihat lokasi, dan mencoba mengambil beberapa foto, siapa tahu bisa menjadi foto 'Pra-Wedding'.

4. Persiapan adalah kunci dari Wedding Photography

Potensi kesalahan besar terjadi pada saat acara pernikahan, jadi Sobat harus membersiapkan diri dengan baik. Buatlah rencana cadangan (jika pernikahan outdoor dan cuaca buruk), pastikan baterai diisi penuh, memory card benar-benar kosong, pikirkan tentang rute atau urutan pemotretan sehingga Sobat mengetahui momen apa yang terjadi berikutnya. Datanglah pada acara gladi resik jika memungkinkan dan memang jika ada acara tersebut, dari situ kalian bisa mengumpulkan informasi tentang posisi memotret, pencahayaan, urut-ututan acara dan lain-lain.

5. Ketahui apa yang menjadi harapan kedua pasangan terhadap hasil foto kalian

Tunjukkan hasil foto atau portofolio kalian pada mereka. Ketahui apa yang ingin mereka dapatkan, berapa banyak foto yang mereka inginkan, acara apa saya yang tidak boleh terlewatkan dan bagaimana foto tersebut digunakan. Pastikan kalian membuat semacam perjanjian atau deal harga jika kalian mengenakan biaya untuk Wedding Photography.

6. Matikan suara yang ada pada kamera digital kalian.

Jangan pernah menambahkan bunyi-bunyi Beep pada saat khidmadnya acara pernikahan. Matikan semua fitur suara sebelum acara pernikahan.

7. Potretlah detail-detail kecil

Ambillah gambar cincin, pernak-pernik kebaya atau gaun penganti, bunga, penataan meja dan lain-lain. Ini akan memberikan warna dan dimensi pada album pernikahan. Cobalah membuat sebuah album dengan format Wedding Magazine agar lebih memiliki mood ketika pasangan tersebut melihat album tersebut.

8. Gunakan dua kamera

Berusahalah mendapatkan kamera lain, entah itu dengan cara memohon atau meminjam ke orang lain. Gunakan dua lensa yang berbeda pada setiap kamera. Idealnya satu kamera dilengkapi dengan lensa wide (bagus untuk candid dan ruang sedikit sempit), dan satu lagi dengan lensa zoom (kalau bisa gunakan lensa yang memiliki focal length maksimal 200mm).

9. Pertimbangkan menggunakan Fotografer kedua.

Memiliki fotografer cadangan bisa menjadi strategi yang bagus, hal ini berarti Anda tidak akan bergerak atau berpidah tempat terlalu banyak pada saat acara pernikahan. Satu fotografer mengambil foto formal, dan satu lagi mengambil foto candid. Memotret sendirian akan memberikan tekanan tersendiri karena kalian akan dituntut menghasilkan foto-foto bagus disetiap momen pernikahan.

10. Berani tetapi jangan terlalu mencolok

Sikap ragu-ragu atau malu-malu tidak akan memberikan foto yang kalian cari, terkadang Sobat harus sedikit berani untuk menangkap momen, bagaimanapun juga timing merupakan segalanya dan berpikirlah untuk mendapatkan posisi yang tepat saat momen penting sehingga tidak mengganggu jalannya acara pernikahan. Bergerak atau berkelilinglah secara efisien, seperti berpindah tempat pada saat pemutaran lagu atau pidato sambutan. Bersikaplah berani ketika mengambil foto-foto penting, terutama foto yang diinginkan oleh kedua pasangan.

11. Pelajari bagaimana memanipulasi cahaya.

Kemampuan untuk memantulkan atau menyebarkan (diffuse) cahaya flash merupakan kunci dalam Wedding Photography. Sobat pasti banyak menemui sebuah acara pernikahan di dalam gedung yang memiliki kondisi pencahayaan rendah atau temaram, jika kalian diijinkan untuk bisa menggunakan flash (beberapa tempat seperti gereja tidak memperbolehkan) lihatlah apakah memungkinkan untuk memantulkan cahaya flash ke langit-langit gedung? (ingatlah bahwa memantulkan cahaya flash pada dinding dengan permukaan bewarna akan merubah warna hasil foto kalian), atau pertimbangkan juga menggunakan difuser agar cahaya flash lebih lembut. Gedung acara pernikahan tidak mengijinkan penggunaan flash? maka kalian setidaknya menggunakan lensa cepat dengan aperture lebar atau meninggikan pengaturan ISO. Sebuah lensa yang memiliki fitur image-stabilisation (IS/VR) akan sangat membantu.

12. Gunakan format RAW

Kebanyakan fotografer tentu merasa tidak memiliki cukup waktu untuk menggunakan format RAW, mengingat butuh proses lebih panjang dalam paska pemotretan, tetapi acara pernikahan terjadi sekali seumur hidup dan RAW akan sangat berguna karena memiliki fleksibilitas lebih tinggi dalam memanipulasi foto setelah pemotretan. Acara pernikahan terkadang memiliki nuansa pencahayaan yang 'tricky', maka dari itu RAW merupakan pilihan bagus guna memanipulasi exposure serta white balance menggunakan perangkat lunak.

13. Lihat hasil foto kalian pada saat acara resepsi

Salah satu keunggulan fotografi digital adalah kesiapan media. Beberapa fotografer bahkan selalu membawa notebook atau laptop pada saat acara resepsi pernikahan. Mereka melihat kembali dan membuatnya sebagai slideshow, dan memutarnya pada saat acara malam hari.

14. Pertimbangkan penggunaan background foto.

Salah satu tantangan dalam Wedding Photography adalah semua orang selalu bergerak kesana kemari, dan ini berarti background foto kalian juga akan berganti-ganti bukan? Idealnya cari BG yang teduh, rapi dan tidak ada elemen-elemen benda yang bisa mencuri perhatian penikmat foto pernikahan tersebut.

15. Jangan fembuang foto-foto jelek

Salah satu keunggulan dalam fotografi digital adalah kemudahan mereview foto-foto yang sudah kita ambil, kita bisa dengan muda menghapus foto-foto yang dianggap jelek. Sobat perlu ingat bahwa, foto pada nantinya bisa di-crop atau dimanipulasi untuk memberikan kesan seni atau abstrak dan bisa ditambahkan pada album pernikahan.

16. Merubah prespektif

Berusahalah untuk sedikit kreatif dengan jepretan-jepretan kalian. Memang pada nantinya foto-foto dalam album akan berupa foto-foto formal atau pose formal, tetapi pastikan kalian untuk menyisipkan foto-foto dengan angle pemotretan dari bawah, atas, dengan wide angle dan lain-lain.

17. Fill Flash

Ketika memotret di luar ruangan pada saat setelah acara pernikahan atau saat sesi pemotretan, Sobat mungkin sebaiknya tetap membawa flash kalian turut serta, dan gunakan teknik fill flash. Atur kekuatan atau power flash sebanyak satu atau dua stop agar foto tidak terlalu blow-out, tetapi fill flash adalah suatu keharusan ketika pada kondisi subyek yang backlit (terkena cahaya matahari dari belakang) atau pada saat siang hari yang akan mengakibatkan banyak bayangan kuat.

18. Mode Continuous Shooting

Kamera dengan fitur memotret dalam jumlah banyak pada satu waktu akan sangat bermanfaat pada acara pernikahan, jika kamera kalian mendukung fitur tersebut, maka gunakanlah. Terkadang foto kedua dari sequence foto adalah foto yang terbaik, karena mereka tampak santai dan telah beradaptasi pada momen tersebut.

19. Berharap apa yang tidak diharapkan

Rencana sempurna pun pada prakteknya bisa saja terjadi kesalahan, tetapi kesalah tersebut bisa menjadi momen yang sempurna di acara pernikahan. Banyak sekali kesalahan yang bisa terjadi pada saat acara pernikahan, seperti cincin yang terselip dan sulit ditemukan, turun hujan ketika acara resepsi berakhir dan lain-lain.
Momen seperti ini tentu akan menyebabkan sebuah kepanikan, tetapi momen seperti inilah yang bisa menciptakan kenangan yang tidak terlupakan. Cobalah mengabadikan momen tersebut, dan kalian akan mendapatkan foto-foto lucu yang membuat mereka tertawa.

20. Bersenang-senanglah

Wedding atau pernikahan adalah sebuah perayaan, dan perayaan seharusnya menyenangkan bukan? Semakin Sobat merasa senang sebagai seorang fotografer, maka percayalah kalian akan semakin santai ketika memotret.

Tips Menjadi Fotografer Pernikahan Yang Handal

Beberapa orang merasa bahwa foto pernikahan hanya urusan kegembiraan, bawa kamera, jepret sana, jepret sini, lakukan saja dan karena mereka hanya melakukannya untuk keluarga atau teman. Lain halnya jika foto pernikahan dijadikan sebagai urusan fotografi profesional, foto pernikahan kadang dapat menjadi urusan yang  sulit untuk mengambil moment karena ada kesibukan serta berbagai kondisi pencahayaan, belum lagi berurusan dengan pasangan pengantin yang sedang gugup karena ingin segalanya menjadi sempurna.


Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda gunakan untuk menjadi seorang fotografer pernikahan :

Jika Anda ingin menjadi fotografer pernikahan, persiapan menjelang hari H Pernikahan adalah penting. Banyak yang menyarankan Anda menyiapkan dua bulan ke depan. Untuk memulai persiapan, Anda harus mengenal kedua mempelai, mencatat semua kebutuhan dan keinginan dari Mempelai. Cara ini dapat dilakukan dengan meminta mereka menjawab pertanyaan - pertanyaan berikut ini :
1. Berapa banyak saudara atau teman yang mungkin juga akan menjadi fotografer dadakan di pesta pernikahan.
2. Apakah para tamu terdiri dari sebagian besar keluarga atau, apakah ada akan menjadi campuran dari keluarga dan teman-teman?
3. Tempat resepsi pernikahan yang akan digunakan? Apakah pernikahan berada di Gedung pertemuan, Gereja atau di halaman terbuka ?
4. Apa jenis foto yang Anda inginkan? Apakah Anda ingin potret kelompok formal atau Anda ingin gambar yang natural dan apa adanya? Ini merupakan pertanyaan yang sangat penting. Pastikan bahwa Anda memahami apa jenis foto pengantin yang diinginkan oleh mempelai berdua. Minta mereka untuk menjelaskan beberapa foto pernikahan favorit yang telah mereka lihat. Ini akan memberi Anda gambaran mengenai foto pernikahan apa yang mereka miliki dalam pikiran.

Pertanyaan seperti diatas akan membantu Anda memahami persyaratan dari foto pernikahan yang akan terjadi, dan pada gilirannya, memungkinkan Anda untuk mengambil foto -foto pernikahan yang lebih baik.

Pelajari Lokasi Acara Pernikahan.
Setiap lokasi memiliki karakter cahaya yang berbeda, sudut pengambilan foto yang berbeda, Anda perlu mendatangi lokasi acara untuk mengetahui kondisi lingkungan, memeriksa dekorasi, dimana sudut terbaik untuk mendapatkan foto, bagaimana pengaturan tempat duduk tamu, jangan sampai Anda kehilangan moment acara pernikahan gara - gara Anda tidak siap mengantisipasi kondisi lingkungan dari tempat acara pernikahan dilangsungkan, karena ketika di hari H, bukan saatnya untuk Anda belajar mengkondisikan diri Anda.

Persiapan Peralatan Kamera Anda.
Mengorganisir peralatan yang Anda perlukan untuk mengambil foto pernikahan merupakan langkah penting. Anda harus siap dengan segala kondisi yang mungkin terjadi terhadap peralatan kamera Anda, beberapa diantaranya :

1. Kamera DSLR. Anda juga harus memiliki kamera satu lagi untuk cadangan.

2. Variasi lensa dan filter.

3. Tripod. Hal ini penting untuk mengambil gambar dalam ruangan dalam kondisi pencahayaan rendah.

4. Kartu memori, memiliki beberapa kartu memori dengan beberapa kapasitas untuk mengamankan data foto.

5. Harddisk eksternal, alat ini penting untuk dibawa, seandainya Anda harus kehabisan ruang pada kartu memori.

6. Pastikan baterai telah diisi dan Anda memiliki baterai cadangan.

7. Asisten, dia bertugas membantu membawakan peralatan Anda, mengatur pada saat sesi pemotretan, sehingga Anda dapat berkonsentrasi pada acara pernikahan.

Hari H Pernikahan.
Sekarang, hari pernikahan telah tiba, dan ada banyak kegembiraan, ada beberapa urutan peristiwa penting yang akan terjadi, misalnya :

1. Persiapan pengantin, Anda harus datang sebelum semuanya dimulai , siapkan semua peralatan dan posisi Anda sebagai fotografer.

2. Saat mengambil foto di tempat ibadah, perhatikan tempat Imam berdiri dan pasangan akan berdiri dan posisi diri Anda sendiri agar dapat mengambil foto yang dibutuhkan dan tidak mengganggu moment sakral tersebut.

3. Ketika saatnya untuk acara resepsi pernikahan, datanglah ke lokasi pesta pernikahan lebih awal, siapkan semua peralatan, akan ada banyak kesempatan dan detail dekorasi pernikahan yang perlu Anda ambil fotonya dan inilah saaynya mengambil moment penuh kebahagiaan dan menyenangkan dari mempelai berdua.

4. Ketika mengambil foto formal, memiliki asisten Anda ada untuk membantu Anda. Mulailah dengan kelompok-kelompok besar dan kemudian pergi lebih kecil menghapus anggota keluarga sehingga Anda bisa mendapatkan beragam.

Biaya Jasa Fotografi Anda.
Hal ini umum sekarang untuk meng-upload semua foto ke sosial media seperti Facebook sehingga pasangan dapat memilih mana dan berapa banyak foto yang mereka ingin mengedit dan dicetak. Anda harus tahu informasi ini sehingga Anda tahu berapa banyak biaya mereka untuk jumlah foto yang telah mereka pilih kecuali sebuah kesepakatan telah dicapai sebelumnya. Bahkan jika sebuah kesepakatan telah dibuat, begitu mereka melihat foto - foto, mereka mungkin ingin lebih banyak dari yang disepakati dan Anda mungkin harus menetapkan tambahan biaya dari jumlah yang telah disepakati diawal.

Setelah pasangan itu memilih foto yang mereka inginkan, membersihkan dan mengedit foto adalah penting karena Anda ingin mereka menjadi sesempurna mungkin dan menjadi menyenangkan bagi mereka.

Menjadi fotografer pernikahan dapat menjadi sebuah tantangan, hal itu juga dapat bermanfaat bagi Anda karena telah memainkan bagian penting dalam membantu pasangan pengantin mengabadikan kenangan berharga mereka sekali seumur hidup.

Tips FOTO PERNIKAHAN+PRE WEDDING

Tips FOTO PERNIKAHAN+PRE WEDDING: Teknik+Contoh Pose Pasangan Pengantin

Tips FOTO PERNIKAHAN + PRE WEDDING: Teknik+Contoh Pose Pasangan PengantinTips FOTO PERNIKAHAN + Tips FOTO PRE WEDDING untuk WEDDING PHOTOGRAPHER INDONESIA: Cara Teknik dan Contoh Pose Foto Pengantin | Artikel ini berisi tentang Cara Teknik Pose Foto Pengantin yang Pemalu, Malu-Malu dan Tidak PeDe atau Percaya Diri didepan Kamera agar Foto Pernikahan menjadi Menyenangkan dan Tetap Sempurna.
Contoh Teknik FOTO 

PERNIKAHAN CANDID ketika moment sedang berjalan
Seiring dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada saya tentang bagaimana cara atau teknik mengarahkan Pose Pengantin dalam Foto Pernikahan atau Pasangan Pre Wedding ketika Foto Pelaminan, Foto Pre Wedding atau dimana saja.

Nah, berikut ini, ada beberapa tips yang patut dibaca dan dicoba untuk cara mensiasati pasangan Pengantin yang susah berpose berdua di depan Kamera, khususnya karena PEMALU atau TIDAK Percaya Diri (Tak PeDE):

Pertama: Gunakan Lensa dengan focallength yang agak panjang, diatas 50 mm kalau bisa. Lebih panjang lebih baik. Gunanya agar kita tidak terasa sangat dekat dengan mereka. Ingat, kadang kamera atau lensa itu bisa mengintimidasi layaknya senjata tajam atau senjata api pembunuh itu lho.



Tips FOTO PERNIKAHAN + PRE WEDDING: Teknik+Contoh Pose Pasangan Pengantin
Ini juga Contoh Foto Pernikahan Candid, Pose Pengantin natural dan mengalir sesuai berjalannya acara

Kedua: Perbanyak motret FOTO CANDID-nya. Ini agar kita tidak banyak mengarahkan gaya ke mereka. Jadi ketika semua acara sedang berproses, perhatikan gerak-gerik Pengantin berdua. Jika pas ekspresinya asik, HAJAR SAJA! hehehe… :D
Tips FOTO PERNIKAHAN + PRE WEDDING: Teknik+Contoh Pose Pasangan Pengantin
Contoh Pose Foto dengan Cara mereka berjalan berdua seolah sedang tidak melihat kita Fotografernya

Ketiga: Minta mereka berpose dengan cara tidak melihat kamera. Misalkan: saling berpandangan, suruh mereka bermain bersama, jalan-jalan sambil ngobrol berdua, dan lain sebagainya. Lihat contoh-contoh fotonya di artikel ini ya.


Tips FOTO PERNIKAHAN + PRE WEDDING: Teknik+Contoh Pose Pasangan Pengantin 



















Contoh Pose Pre Wedding dengan kita suruh klien kita bermain berdua

Keempat: Selain 2 cara diatas, cara yang paling baik adalah dengan berkomunikasi sebaik mungkin dengan mereka. Kenali lebih dekat kedua pasangan dan keluarganya. Bikin, seolah-olah kita menjadi bagian ‘keluarga’ atau sahabat atau ‘orang dekat’ mereka. Saking dekatnya, sampai mereka lupa bahwa kita adalah Fotografer Wedding mereka. Menyenangkan kan? :)
*Selamat mencoba & sukses yak!
.

Tips FOTO PERNIKAHAN + PRE WEDDING: Teknik+Contoh Pose Pasangan Pengantin
Ini contoh pose tanpa melihat ke kamera atau fotografernya

Tips Menggunakan Flash di Luar Ruangan (Speedlite)

 
 

Tips Menggunakan Flash di Luar Ruangan
Anda mungkin berpikir sangatlah aneh jika menggunakan lampu flash di luar ruangan saat tengah hari yang terik, kenyataannya hal ini sangat membantu memperbaiki hasil gambar pada kondisi tertentu.Dalam beberapa kondisi berikut, penggunaan flash akan meningkatkan hasil foto pada saat pengambilan moment di siang hari atau di luar ruangan
Cuaca Cerah/Terik
Cahaya matahari akan menghasilkan bayangan yang keras / jelas pada wajah dengan kontras yang tinggi antara gelap dan terang, sehingga pada beberapabagian subyek akan kehilangan ketajaman serta detil pada gambar.  Dengan lampu flash akan menambahkan cahaya ke dalam area bayangan tersebutTeknik ini dinamakan “Fill in Flash” - karena cahaya lampu flash akan mengisi pada bayangan - dan sering digunakan oleh fotografer professional.
Cuaca Berawan/Mendung
Lampu Flash dapat juga digunakan dalam kondisi cuaca berawan. Menambahkan cahaya secara penuh - pada waktu pemotretan portraitur dapatmenampilkan/mempertajam warna dan memberikan kerlipan/kilauan cahaya pada bola mata. Hal ini juga membantu membuat subyek lebih menonjol terhadap latar belakang
Backlighting
Jika subyek berdiri di depan (membelakangi) sumber cahaya, seperti matahari atau lampu mobil, wajah mereka akan berada pada bayang-bayang dan nampak gelap pada hasil foto.Ini disebut backlighting.  Menggunakan lampu flash dalam kondisi seperti ini akan menerangi wajah si subyek dan memperjelas detil tampilan mereka.
Mengapa saya membutuhkan Speedlite?
Beberapa seri Speedlite / eksternal lampu flash adalah perangkat serbaguna yang memiliki kemampuan lebih dibanding lampu flash internal (built- in).  Berikut ini adalah beberapa keuntungan dari speedlite dibanding
lampu flash internal.
Lebih Bertenaga
Speedlite jauh lebih kuat dibanding lampu flash internal dan dapat menjangkau jarak yang lebih jauh dan menerangi area lebih luas.
Mengurangi Resiko dari Efek Mata Merah
Karena kepala flash dapat diarahkan menjauh/menyimpang dari poros lensa, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya efek mata merah.
 
 
Bounce Head
Beberapa model Speedlite memiliki kepala flash yang dapat diatur posisinya maupun kemiringannya, mengarahkan flash untuk memantulkan cahaya kedinding, langit-langit atau reflektor. Cahaya yang dihasilkan menjadi lebih lembut serta natural dibandingkan dengan pancaran/tembakan cahaya langsung.
 
Lebih dari Satu Flash
Lebih dari satu Speedlite dapat digunakan secara bersamaan.Sangat ideal untuk menerangi area yang luas dengan teknik pencahayaan yang lebih kompleks.
Sumber : Canon DSLR NEWS
 

Teknik Dasar Photography untuk Pemula

A. Fotografi

Fotografi ( Photography ) berasal dari kata Photo (Cahaya) dan Grafo ( menulis / menggambar ), sehingga dapat diartikan bahwa fotografi adalah suatu teknik menggambar dengan cahaya. Atas dasar tersebut, jelas bahwa cahaya sangat berperan penting dan menjadi sumber utama dalam memperoleh gambar (tanpa cahaya tidak akan ada hasil foto).


B. Kamera SLR

Kamera SLR ( Single Lens Reflex ) atau Kamera D-SLR ( Digital ) merupakan kamera dengan jendela bidik (Viewfinder) yang memberikan gambar sesuai dengan sudut pandang lensa melalui pantulan cermin yang terletak di belakang lensa.   Pada umumnya kamera biasa memiliki tampilan dari jendela bidik yang berbeda dengan sudut pandang lensa  karena jendela bidik tidak berada segaris dengan sudut pandang lensa .

Fotografi berkaitan erat dengan cahaya (jadi untuk menghasilkan sebuah foto diperlukan adanya cahaya, tanpa ada cahaya maka tidak akan ada foto), maka kamera berfungsi untuk mengatur cahaya yang ditangkap image sensor ( sensor gambar pada kamera digital atau film pada kamera konvensional ). Untuk mengatur cahaya, terdapat 2 hal mendasar dalam kamera, yakni Shutter Speed (Kecepatan Rana) dan Aperture (Diafragma).

C. Lensa

Dalam fotografi, lensa berfungsi untuk memokuskan cahaya hingga mampu membakar medium penangkap (film). Di bagian luar lensa  biasanya terdapat tiga cincin, yaitu cincin panjang fokus (untuk lensa  jenis variabel), cincin diafragma, dan cincin fokus.

PANJANG LENSA

Panjang lensa  biasa disebut Focal Length

Panjang lensa mempengaruhi:
a. JARAK pemotretan
b. SUDUT pandang
c. PEMBESARAN
d. FASILITAS BUKAAN DIAFRAGMA

Lensa Khusus:
a. Lensa Makro (biasa disebut Macro Lens)
b. Penambahan panjang lensa (biasa disebut Tele Converter atau Extender)
c. Lensa pengoreksian perspektif pada subjek
d. Lensa Lunak (biasa disebut Soft Focus Lens)

Macam-macam lensa

  • Lensa Standar. Lensa ini disebut juga lensa normal. Berukuran 50 mm dan memberikan karakter bidikan natural.
  • Lensa Sudut-Lebar (Wide Angle Lens). Lensa jenis ini dapat digunakan untuk menangkap subjek yang luas dalam ruang sempit. Karakter lensa ini adalah membuat subjek lebih kecil daripada ukuran sebenarnya. Dengan menggunakan lensa jenis ini, di dalam ruangan kita dapat memotret lebih banyak orang yang berjejer jika dibandingkan dengan lensa standar. Semakin pendek jarak fokusnya, maka semakin lebar pandangannya. Ukuran lensa ini beragan mulai dari 17 mm, 24 mm, 28 mm, dan 35 mm.
  • Lensa Fish Eye. Lensa fish eye adalah lensa wide angle dengan diameter 14 mm, 15 mm, dan 16 mm. Lensa ini memberikan pandangan 180 derajat. Gambar yang dihasilkan melengkung.
  • Lensa Tele. Lensa tele merupakan kebalikan lensa wide angle. Fungsi lensa ini adalah untuk mendekatkan subjek, namun mempersempit sudut pandang. Yang termasuk lensa tele adalah lensa berukuran 70 mm ke atas. Karena sudut pandangannya sempit, lensa tele akan mengaburkan lapangan sekitarnya. Namun hal ini tidak menjadi masalah karena lensa tele memang digunakan untuk mendekatkan pandangan dan memfokuskan pada subjek tertentu.
  • Lensa Zoom. Merupakan gabungan antara lensa tandar, lensa wide angle, dan lesa tele. Ukuran lensa idak fixed, misalnya 80-200 mm. Lensa ini cukup fleksibel dan memiliki range lensa ang cukup lebar. Oleh karena itu lensa zoom banyak digunakan, sebab pemakai tinggal memutar ukuran lensa sesuai dengan yang dibutuhkan.
  • Lensa Makro. Lensa makro biasa digunakan untuk memotret benda yang kecil.

D. Fokus

Fokus adalah bagian yang mengatur jarak ketajaman lensa sehingga gambar yang dihasilkan tidak berbayang..

F. Shutter Speed

Shutter speed atau kecepatan rana merupakan kecepatan terbukanya jendela kamera sehingga cahaya dapat masuk ke dalam image sensor. Satuan daripada shutter speed adalah detik, dan sangat tergantung dengan keadaan cahaya saat pemotretan. Semisal cahaya terang pada siang hari, maka shutter speed harus disesuaikan menjadi lebih cepat, semisal 1/500 detik. Sedangkan untuk malam hari yang cahayanya lebih sedikit, maka shutter speed harus disesuaikan menjadi lebih lama, semisal 1/5 detik. Hal ini sekaligus menjelaskan mengapa foto pada malam hari cenderung buram, bahwa shutter speed yang lebih lambat memungkinkan pergerakan kamera akibat getaran tangan menjadikan cahaya bergeser sehingga foto menjadi buram / blur.

Foto dengan shutter speed lambat
Foto dengan shutter speed lambat 
Foto dengan shutter speed cepat
Foto dengan shutter speed cepat 

G. Aperture

Aperture atau diafragma merupakan istilah untuk bukaan lensa. Apabila diibaratkan sebagai jendela, maka diafragma adalah kiray / gordyn yang dapat dibuka atau ditutup untuk menyesuaikan banyaknya cahaya yang masuk. Pada kamera aperture dilambangkan dengan huruf  F  kecil dan dengan satuan sebagai berikut:
f/1.2
f/1.4
f/1.8
f/2.0
f/2.8
f/3.5
f/4.0
dst...

Semakin kecil angka satuan maka akan semakin besar bukaan lensa  (f/1.4 lebih besar bukaannya dibandingkan dengan f/4.0,  f/2,8 lebih besar bukaannya dibandingkan dengan f/16).
Gambar Aperture pada lensa
Gambar Aperture pada lensa 


Jadi, korelasi antara shutter speed dan aperture adalah bahwa semakin besar bukaan lensa maka shutter speed akan semakin cepat, sebaliknya semakin kecil bukaan lensa maka shutter speed akan semakin melambat

Tips : 

Gunakan bukaan besar (angka f kecil) untuk mengisolasi background yang mengganggu. Gunakan bukaan kecil (angka f besar) untuk pemotretan lanskap (pemandangan).
 

The Battle of Surabaya

STMIK AMIKOM Yogyakarta

Search This Blog

Total Pageviews

Translate

Powered by Blogger.